SMAN 1 Bandung gelar IHT Penyusunan UKBM

SMANSA Bandung, – In House Training yang dilakukan di SMAN 1 Bandung pada hari Jum’at 12 April 2019 pukul 13.00 adalah kegiatan penyusunan UKBM untuk mempersiapkan pembelajaran Sistem Kredit Semester (SKS) tahun pelajaran 2019/2020. IHT penyusunan UKBM tersebut diisi oleh pemateri dari tim SKS Provinsi Jawa Barat yaitu Bapak Suamin.

IHT tersebut dibuka oleh bapak Kepala Sekolah SMAN 1 Bandung, Drs. Dadang Yani Zakaria. Dalam sambutannya, SMAN 1 Bandung optimis menjadi sekolah yang maju yang mempunyai keinginan untuk mengubah peserta didik menjadi peserta didik yang BERSATU, kemudian SMAN 1 Bandung tidak lama lagi ditunjuk sebagai sekolah model atau rujukan dalam implementasi kegiatan pembelajaran yang menggunakan SKS di Jawa Barat.

IHT penyusunan UKBM tersebut telah berlangsung dari bulan Maret. Terhitung 2 kali dalam kegiatan IHT persiapan SKS ini. Kegiatan IHT pada hari Jumat tersebut merupakan kegiatan IHT yang ketiga kalinya. Langkah ini adalah keseriusan kami sebagai manajemen sekolah dalam mempersiapkan SKS pada tahun pelajaran 2019/2020.

In House Training ini guru-guru SMAN 1 Bandung dituntut agar mampu menyusun UKBM dengan baik. Karena UKBM dapat dikatakan sebagai sumber pembelajaran yang utama di kelas. Dalam pembelajaran sistem paket tidak ada istilah UKBM karena semua langkah pembelajaran dalam kelas dilakukan oleh guru mulai dari pendahuluan sampai dengan penutup. Sedangkan pembelajaran dengan menggunakan SKS langkah pembelajaran dituangkan dalam bentuk tulisan. Maka dapat dikatakan keberhasilan dalam proses pembelajaran tergantung pada kualitas UKBM tersebut.

Bapak Kepala bersama Pak Suamin selaku pemateri
Suasana peserta IHT Penyusunan UKBM

Tanamkan Nilai-nilai Agama pada Siswa, SMAN 1 Bandung memperingati Isra Mi’raj 1440 H

SMANSA Bandung, – SMA Negeri 1 Bandung menggelar peringatan Isra Miraj di Lapangan Basket, Selasa (10/4/2019). Peringatan Isra Mi’raj kali ini mengambil tema “Melalui Hikmah Isra Mi’raj Kita Tingkatkan Karakter Religius Peserta Didik SMA Negeri 1 Bandung.

Acara peringatan Isra Mi’raj yang berlangsung di lapangan basket SMA Negeri 1 ini dihadiri oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru, staf tata usaha dan tentunya siswa-siswi kelas X-XI SMAN 1 Bandung.

Salah satu Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMAN 1 Bandung Asep Tori, S.Ag mengatakan, peringatan Isra Mi’raj ini merupakan program sekolah yang tidak boleh ditinggalkan dengan tujuannya untuk mengingatkan kembali perjuangan-perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj dan juga meningkatkan kualitas ibadah siswa-siswi SMAN 1 Bandung dari nilai-nilai Isra Mi’raj yang tertuang dalam QS Al-Isra ayat 1-3 yaitu Ibadah Solat.

“Peringatan Isra Mi’raj insya Allah akan meningkatkan kualitas nilai spiritual siswa-siswi SMAN 1 Bandung yang dihasilkan dari isi tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz Feylian,” katanya.

Kegiatan peringatan Isra Mi’raj di SMAN 1 Bandung diisi dengan berbagai rangkaian acara, diantaranya Solat Duha Bersama, Muhasabah, Doá Bersama, Penampilan-penampilan, Tausyiah dan diakhiri Solat Dzuhur Berjamaah. Tausyiah diisi oleh Ustadz Feilyan, Lc., M.A. yang mengambil tema dalam tausyiahnya adalah mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw.

Solat Duha dan Dzuhur Berjamaah
Suasana Peringatan Isra Miraj

PPDB SMA/SMK Jabar Dibuka Mei 2019

BANDUNG, DISDIK JABAR – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 di Jawa Barat akan dilaksanakan pada bulan Mei 2019. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Panitia PPDB, Dian Peniasiani dalam  Uji Publik Pertama Draft Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB tahun 2019 yang diselenggarakan di Hotel Holiday Inn, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Selasa, (26/2/2019).

Pendaftaran PPDB tahun 2019 dibuka pada tanggal 20-24 Mei 2019.

Dian memaparkan secara kronologis agenda kegiatan selama periode PPDB. Pertama, satuan pendidikan telah melaporkan daya tampung sekolah per 13-17 Mei 2019. Setelah itu dibuka pendafaran PPDB. Kemudian tahap verifikasi serta uji kompetensi dilaksanakan pada 27-29 Mei. Dan pengumuman dilakukan pada 31 Mei 2019.

Selanjutnya siswa harus melakukan daftar ulang pada 17-18 Juni 2019. Setelahnya, peserta didik baru melaksanakan kegiatan Masa Pengenalasan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 16-18 Juli 2019.

“Jadwal telah dikaji dan disesuaikan juga dengan libur nasional seperti Hari Raya Idul Fitri dan lainnya, agar selaras,” tutur Dian.

Dalam uji publik pertama tersebut, Dian memaparkan seluruh draft juknis PPDB tahun 2019 kepada seluruh peserta. Selaku panitia, Dian menampung seluruh masukan dan solusi yang diberikan oleh para peserta, guna dilakukan peninjauan.

Uji publik tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (Kabid PSMA) yang juga sebagai Ketua Panitia PPDB tahun 2019, Yesa Sarwedi, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Kabid PSMK), Dodin Rusmin Nuryadin, serta tamu undangan yang bergerak di bidang pendidikan dan terlibat dalam proses PPDB.

Beberapa di antaranya adalah Dinas Sosial Jabar, Ombudsman Perwakilan Jabar, Asosiasi Pengawas Sekolah Jabar, Asosiasi Ketua Komite Sekolah Menengah Pertama (SMP) Jabar, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Komunitas Peduli Pendidikan, Forum Asosiasi Guru Indonesia (FAGI), dan Dewan IKA UPI Bandung.

Yasmin Fathira (X IPA 8) raih Medali Emas Panahan ASCI Open 2019 se-Nasional

SMANSA Bandung, – Alhamdulillah… Yasmin Fathira Kelas : X IPA 8 siswa SMA Negeri 1 Bandung, mendapatkan Medali Emas dalam Kejuaraan Nasional Panahan ASCI Open 2019 Piala Kapolda Jawa Barat di Sentul Bogor yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Barat pada tanggal 27-31 Maret 2019.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., membuka Kejuaraan Panahan Terbuka ASCI Open 2019 Piala Kapolda Jawa Barat di Lapangan Base Ball Jakarta Japanese Club (JJC) Sentul City Bogor.

Yasmin Fathira (X IPA 8)

Kegiatan ini merupakan event nasional yang diikuti oleh 962 orang Peserta dari seluruh Indonesia dengan 9 Kategori Putra/ Putri yang dipertandingkan.

Kejuaraan tersebut diikuti oleh 962 peserta dari seluruh Indonesia. sedangkan untuk kategori yang dipertandingkan antara lain katagoti compound, katagori nasional umum dan katagori recurve yang terbagi untuk kategori putra dan putri.

Siswa Kelas XII SMAN 1 Bandung Doa Bersama Jelang Ujian

SMANSA Bandung – Siswa dan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bandung menggelar zikir dan do’a bersama jelang menghadapi berbagai ujian sekolah, baik Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) maupun Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Ratusan siswa bersama guru dan kepala sekolah berbaur dalam zikir dan doa yang bernuansa haru tersebut yang bertempat di Aula Bersatu SMANSA, Jumat (15/2/2019).

Rizky Hidayatullah, salah seorang murid kelas XII IPA 8 yang mengikuti zikir dan doa akbar mengatakan, zikir ini memberikan motivasi lebih agar nanti dapat mengikuti berbagai ujian, dan tidak kalah penting juga adalah kita terus berusaha agar mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kami berbaur untuk berdoa dan berzikir bersama untuk meminta kepada Allah Swt agar kami diberikan kekuatan, kemudahan dan direstui saat mengikuti ujian-ujian ke depan nanti,” kata Rizky.

Hal serupa dikatakan Naufal Hilmi, bahwa zikir dan do’a bersama merupakan salah satu persiapan yang dilakukan oleh siswa dan pihak sekolah sebelum mengikuti berbagai ujian.

“Selain berzikir dan doa kami juga melakukan persiapan dengan belajar, pengayaan, serta satu kali simulasi USBN dan tiga kali simulasi UNBK yang dilaksanakan di sekolah,” kata Naufal.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bandung, Dadang Yani Zakariya mengatakan SMA itu melakukan zikir dan do’a bersama dan berbagai kegiatan lainnya sebagai persiapan jelang pelaksanaan USBN dan UNBK.

“Kami juga melakukan simulasi atau uji coba sebagai persiapan jelang pelaksanaan USBN dan UNBK oleh kelas dua belas, dan kami menargetkan kelulusan 100 persen bagi seluruh peserta ujian di sekolah ini,” katanya.

Siswa Kelas XII mengikuti doa bersama
Saling memaafkan antara Guru dan Siswa

Selain doa dan zikir bersama, dalam kegiatan ini diisi dengan tabligh akbar dan musofahah. Tabligh akbar yang diisi oleh Ustadz Dicky Rizky mengambil tema tentang “Dibalik Kesuksesan Dunia, harus Dibarengi dengan Kesuksesan Akhirat”.

DT Gelar Kegiatan “Aku Cinta Masjid” di SMAN 1 Bandung

SMANSA Bandung, – DT Peduli melakukan aksi bersih-bersih di SMAN 1 Bandung tepatnya di Masjid Al-Makmur, Selasa (12/03) pagi. Ada 6 orang anggota atau perwakilan dari DT Peduli yang mengikuti kegiatan ini dan ditambah Pengurus IKARIS SMAN 1 Bandung sekitar 40 siswa. DT Peduli adalah sebuah LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL dan merupakan Lembaga Nirlaba yang bergerak di bidang penghimpunan (FUNDRAISING) dan PENDAYAGUNAAN dana zakat, Infaq, shadaqah dan wakaf (ZISWA).

Menurut Dede Mulyawan, Penangung Jawab Tujuan dari program Cinta Masjid ini adalah mengembalikan peran dan fungsi masjid seperti masa Rasulullah Saw, jadi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah saja (ibadah Magdhoh) bisa sebagai pusat kegiatan sosial, ekonomi, pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan peserta yang terdiri dari siswa dan siswi membentuk kelompok kecil. Mereka menyebar ke beberapa tempat wudlu, kamar mandi dan toilet. Dinding dan lantai yang kotor, kran yang berkerak dan saluran pembuangan yang buntu dibersihkan semua. Beberapa kelompok ada yang menyapu dan mengepel lantai masjid, serta membersihkan pintu tempat ibadah ini dari debu.

“Bahagianya ada kegiatan bersih-bersih seperti ini. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan dengan lebih bersihnya masjid, siswa siswi SMAN 1 Bandung akan lebih khusyuk lagi dalam beribadah. Terlebih sekarang mendekati bulan suci Ramadhan,” ujar Ketua DKM Al-Makmur Pak Asep Tori

“Kegiatan bersih-bersih masjid merupakan salah satu agenda rutinan yang dilakukan oleh DT Peduli yang bertujuan agar generasi muda semakin cinta terhadap Masjid dan semakin terus bertaqwa kepada Allah Swt,” ujar Koordinator dari DT Peduli

Selain bersih-bersih masjid, DT Peduli menggelar seminar tentang pentingnya masjid dan bagaimana cara kita cinta terhadap masjid. Kegiatan seminar ini diikuti oleh seluruh siswa siswi kelas XI dan pengurus IKARIS yang bertempat di Aula Bersatu. Penting bagi umat muslim pada umumnya terkhusus siswa-siswi SMAN 1 Bandung bahwa kita harus mencintai masjid karena masjid merupakan tempat yang harus kita cintai sebagaimana kita cinta pada rumah kita sendiri. Oleh karena itu, perhatian kita kepada masjid harus selalu kita tingkatkan dari waktu ke waktu agar masjid tidak lagi merana seperti yang sekarang banyak terjadi. 

SMAN 1 Bandung Siap Terapkan SKS Tahun Pelajaran 2019/2020

SMANSA Bandung – Pembelajaran tingkat SMA memakai sistem Satuan Kredit Semester (SKS) telah sukses diterapkan di Kota Bandung, dimana ada empat SMA Negeri yang telah menerapkan SKS, yaitu SMAN 3, SMAN 5, SMAN 4 dan SMAN 10.

Kali ini giliran salah satu sekolah rujukan di Bandung yang menerapkan sistem SKS ini. Sekolah itu adalah, SMAN 1 Bandung. Tahun ini SMAN 1 Bandung siap menerapkan SKS karena sebagai konsekuensi sekolah rujukan.

Hari Jumat tanggal 8 Maret telah dilakukan Rapat Persiapan menghadapi SKS tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dilakukan mengingat keperluan yang diperlukan SKS sangat banyak. Seluruh civitas akademika SMAN 1 Bandung semuanya harus mempunyai rasa tanggung jawab dan percaya diri. Tidak hanya itu, kesiapan finansial dan sebagainya perlu dipertimbangkan juga.

Kegiatan tersebut diisi oleh tim instruktur provinsi terkait materi SKS. Eriyanto menyebutkan bahwa SKS bukan sistem yang mempersulit siswa dalam belajar, tetapi SKS memberikan wadah atau hak kepada peserta didik sesuai dengan kompetensinya.

Sistem SKS ini sangat berbeda dengan yang diterapkan pada perguruan tinggi. Dengan menggunakan SKS, siswa di ajarkan lebih banyak belajar secara mandiri. Damari menuturkan, sistem SKS ini sangat efektif bagi siswa untuk menguasai materi pembelajaran.

Dalam model pembelajaran SKS ini, masing-masing sekolah harus menggunakan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) yang disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sekolah sebagai buku panduan dan bahan ajar untuk siswa.

Sedangkan jumlah SKS yang harus diselesaikan siswa bergantung pada jumlah UKBM di masing-masing mata pelajaran yang dikerjakan siswa.

“Jadi perhitungan satu SKS bukanlah satu UKBM atau satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran tertentu. Bisa juga, seperti Fisika yang punya enam UKBM pembahasan dan itu bisa beberapa kali pertemuan harus selesai. karena siswa harus benar-benar memahami, ” ungkapnya.

Lebih lanjut, setelah mampu memahami materi yang disampaikan buku panduan UKBM, siswa akan mengikuti tes pemahaman. Jika lulus harus mengikuti tes normative untuk mengikuti UKBM selanjutnya.