Siswa Kelas XII SMAN 1 Bandung Doa Bersama Jelang Ujian

SMANSA Bandung – Siswa dan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bandung menggelar zikir dan do’a bersama jelang menghadapi berbagai ujian sekolah, baik Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) maupun Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Ratusan siswa bersama guru dan kepala sekolah berbaur dalam zikir dan doa yang bernuansa haru tersebut yang bertempat di Aula Bersatu SMANSA, Jumat (15/2/2019).

Rizky Hidayatullah, salah seorang murid kelas XII IPA 8 yang mengikuti zikir dan doa akbar mengatakan, zikir ini memberikan motivasi lebih agar nanti dapat mengikuti berbagai ujian, dan tidak kalah penting juga adalah kita terus berusaha agar mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kami berbaur untuk berdoa dan berzikir bersama untuk meminta kepada Allah Swt agar kami diberikan kekuatan, kemudahan dan direstui saat mengikuti ujian-ujian ke depan nanti,” kata Rizky.

Hal serupa dikatakan Naufal Hilmi, bahwa zikir dan do’a bersama merupakan salah satu persiapan yang dilakukan oleh siswa dan pihak sekolah sebelum mengikuti berbagai ujian.

“Selain berzikir dan doa kami juga melakukan persiapan dengan belajar, pengayaan, serta satu kali simulasi USBN dan tiga kali simulasi UNBK yang dilaksanakan di sekolah,” kata Naufal.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bandung, Dadang Yani Zakariya mengatakan SMA itu melakukan zikir dan do’a bersama dan berbagai kegiatan lainnya sebagai persiapan jelang pelaksanaan USBN dan UNBK.

“Kami juga melakukan simulasi atau uji coba sebagai persiapan jelang pelaksanaan USBN dan UNBK oleh kelas dua belas, dan kami menargetkan kelulusan 100 persen bagi seluruh peserta ujian di sekolah ini,” katanya.

Siswa Kelas XII mengikuti doa bersama
Saling memaafkan antara Guru dan Siswa

Selain doa dan zikir bersama, dalam kegiatan ini diisi dengan tabligh akbar dan musofahah. Tabligh akbar yang diisi oleh Ustadz Dicky Rizky mengambil tema tentang “Dibalik Kesuksesan Dunia, harus Dibarengi dengan Kesuksesan Akhirat”.

DT Gelar Kegiatan “Aku Cinta Masjid” di SMAN 1 Bandung

SMANSA Bandung, – DT Peduli melakukan aksi bersih-bersih di SMAN 1 Bandung tepatnya di Masjid Al-Makmur, Selasa (12/03) pagi. Ada 6 orang anggota atau perwakilan dari DT Peduli yang mengikuti kegiatan ini dan ditambah Pengurus IKARIS SMAN 1 Bandung sekitar 40 siswa. DT Peduli adalah sebuah LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL dan merupakan Lembaga Nirlaba yang bergerak di bidang penghimpunan (FUNDRAISING) dan PENDAYAGUNAAN dana zakat, Infaq, shadaqah dan wakaf (ZISWA).

Menurut Dede Mulyawan, Penangung Jawab Tujuan dari program Cinta Masjid ini adalah mengembalikan peran dan fungsi masjid seperti masa Rasulullah Saw, jadi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah saja (ibadah Magdhoh) bisa sebagai pusat kegiatan sosial, ekonomi, pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan peserta yang terdiri dari siswa dan siswi membentuk kelompok kecil. Mereka menyebar ke beberapa tempat wudlu, kamar mandi dan toilet. Dinding dan lantai yang kotor, kran yang berkerak dan saluran pembuangan yang buntu dibersihkan semua. Beberapa kelompok ada yang menyapu dan mengepel lantai masjid, serta membersihkan pintu tempat ibadah ini dari debu.

“Bahagianya ada kegiatan bersih-bersih seperti ini. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan dengan lebih bersihnya masjid, siswa siswi SMAN 1 Bandung akan lebih khusyuk lagi dalam beribadah. Terlebih sekarang mendekati bulan suci Ramadhan,” ujar Ketua DKM Al-Makmur Pak Asep Tori

“Kegiatan bersih-bersih masjid merupakan salah satu agenda rutinan yang dilakukan oleh DT Peduli yang bertujuan agar generasi muda semakin cinta terhadap Masjid dan semakin terus bertaqwa kepada Allah Swt,” ujar Koordinator dari DT Peduli

Selain bersih-bersih masjid, DT Peduli menggelar seminar tentang pentingnya masjid dan bagaimana cara kita cinta terhadap masjid. Kegiatan seminar ini diikuti oleh seluruh siswa siswi kelas XI dan pengurus IKARIS yang bertempat di Aula Bersatu. Penting bagi umat muslim pada umumnya terkhusus siswa-siswi SMAN 1 Bandung bahwa kita harus mencintai masjid karena masjid merupakan tempat yang harus kita cintai sebagaimana kita cinta pada rumah kita sendiri. Oleh karena itu, perhatian kita kepada masjid harus selalu kita tingkatkan dari waktu ke waktu agar masjid tidak lagi merana seperti yang sekarang banyak terjadi. 

SMAN 1 Bandung Siap Terapkan SKS Tahun Pelajaran 2019/2020

SMANSA Bandung – Pembelajaran tingkat SMA memakai sistem Satuan Kredit Semester (SKS) telah sukses diterapkan di Kota Bandung, dimana ada empat SMA Negeri yang telah menerapkan SKS, yaitu SMAN 3, SMAN 5, SMAN 4 dan SMAN 10.

Kali ini giliran salah satu sekolah rujukan di Bandung yang menerapkan sistem SKS ini. Sekolah itu adalah, SMAN 1 Bandung. Tahun ini SMAN 1 Bandung siap menerapkan SKS karena sebagai konsekuensi sekolah rujukan.

Hari Jumat tanggal 8 Maret telah dilakukan Rapat Persiapan menghadapi SKS tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dilakukan mengingat keperluan yang diperlukan SKS sangat banyak. Seluruh civitas akademika SMAN 1 Bandung semuanya harus mempunyai rasa tanggung jawab dan percaya diri. Tidak hanya itu, kesiapan finansial dan sebagainya perlu dipertimbangkan juga.

Kegiatan tersebut diisi oleh tim instruktur provinsi terkait materi SKS. Eriyanto menyebutkan bahwa SKS bukan sistem yang mempersulit siswa dalam belajar, tetapi SKS memberikan wadah atau hak kepada peserta didik sesuai dengan kompetensinya.

Sistem SKS ini sangat berbeda dengan yang diterapkan pada perguruan tinggi. Dengan menggunakan SKS, siswa di ajarkan lebih banyak belajar secara mandiri. Damari menuturkan, sistem SKS ini sangat efektif bagi siswa untuk menguasai materi pembelajaran.

Dalam model pembelajaran SKS ini, masing-masing sekolah harus menggunakan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) yang disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sekolah sebagai buku panduan dan bahan ajar untuk siswa.

Sedangkan jumlah SKS yang harus diselesaikan siswa bergantung pada jumlah UKBM di masing-masing mata pelajaran yang dikerjakan siswa.

“Jadi perhitungan satu SKS bukanlah satu UKBM atau satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran tertentu. Bisa juga, seperti Fisika yang punya enam UKBM pembahasan dan itu bisa beberapa kali pertemuan harus selesai. karena siswa harus benar-benar memahami, ” ungkapnya.

Lebih lanjut, setelah mampu memahami materi yang disampaikan buku panduan UKBM, siswa akan mengikuti tes pemahaman. Jika lulus harus mengikuti tes normative untuk mengikuti UKBM selanjutnya.