DT Gelar Kegiatan “Aku Cinta Masjid” di SMAN 1 Bandung

SMANSA Bandung, – DT Peduli melakukan aksi bersih-bersih di SMAN 1 Bandung tepatnya di Masjid Al-Makmur, Selasa (12/03) pagi. Ada 6 orang anggota atau perwakilan dari DT Peduli yang mengikuti kegiatan ini dan ditambah Pengurus IKARIS SMAN 1 Bandung sekitar 40 siswa. DT Peduli adalah sebuah LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL dan merupakan Lembaga Nirlaba yang bergerak di bidang penghimpunan (FUNDRAISING) dan PENDAYAGUNAAN dana zakat, Infaq, shadaqah dan wakaf (ZISWA).

Menurut Dede Mulyawan, Penangung Jawab Tujuan dari program Cinta Masjid ini adalah mengembalikan peran dan fungsi masjid seperti masa Rasulullah Saw, jadi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah saja (ibadah Magdhoh) bisa sebagai pusat kegiatan sosial, ekonomi, pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan peserta yang terdiri dari siswa dan siswi membentuk kelompok kecil. Mereka menyebar ke beberapa tempat wudlu, kamar mandi dan toilet. Dinding dan lantai yang kotor, kran yang berkerak dan saluran pembuangan yang buntu dibersihkan semua. Beberapa kelompok ada yang menyapu dan mengepel lantai masjid, serta membersihkan pintu tempat ibadah ini dari debu.

“Bahagianya ada kegiatan bersih-bersih seperti ini. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan dengan lebih bersihnya masjid, siswa siswi SMAN 1 Bandung akan lebih khusyuk lagi dalam beribadah. Terlebih sekarang mendekati bulan suci Ramadhan,” ujar Ketua DKM Al-Makmur Pak Asep Tori

“Kegiatan bersih-bersih masjid merupakan salah satu agenda rutinan yang dilakukan oleh DT Peduli yang bertujuan agar generasi muda semakin cinta terhadap Masjid dan semakin terus bertaqwa kepada Allah Swt,” ujar Koordinator dari DT Peduli

Selain bersih-bersih masjid, DT Peduli menggelar seminar tentang pentingnya masjid dan bagaimana cara kita cinta terhadap masjid. Kegiatan seminar ini diikuti oleh seluruh siswa siswi kelas XI dan pengurus IKARIS yang bertempat di Aula Bersatu. Penting bagi umat muslim pada umumnya terkhusus siswa-siswi SMAN 1 Bandung bahwa kita harus mencintai masjid karena masjid merupakan tempat yang harus kita cintai sebagaimana kita cinta pada rumah kita sendiri. Oleh karena itu, perhatian kita kepada masjid harus selalu kita tingkatkan dari waktu ke waktu agar masjid tidak lagi merana seperti yang sekarang banyak terjadi. 

SMAN 1 Bandung Siap Terapkan SKS Tahun Pelajaran 2019/2020

SMANSA Bandung – Pembelajaran tingkat SMA memakai sistem Satuan Kredit Semester (SKS) telah sukses diterapkan di Kota Bandung, dimana ada empat SMA Negeri yang telah menerapkan SKS, yaitu SMAN 3, SMAN 5, SMAN 4 dan SMAN 10.

Kali ini giliran salah satu sekolah rujukan di Bandung yang menerapkan sistem SKS ini. Sekolah itu adalah, SMAN 1 Bandung. Tahun ini SMAN 1 Bandung siap menerapkan SKS karena sebagai konsekuensi sekolah rujukan.

Hari Jumat tanggal 8 Maret telah dilakukan Rapat Persiapan menghadapi SKS tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dilakukan mengingat keperluan yang diperlukan SKS sangat banyak. Seluruh civitas akademika SMAN 1 Bandung semuanya harus mempunyai rasa tanggung jawab dan percaya diri. Tidak hanya itu, kesiapan finansial dan sebagainya perlu dipertimbangkan juga.

Kegiatan tersebut diisi oleh tim instruktur provinsi terkait materi SKS. Eriyanto menyebutkan bahwa SKS bukan sistem yang mempersulit siswa dalam belajar, tetapi SKS memberikan wadah atau hak kepada peserta didik sesuai dengan kompetensinya.

Sistem SKS ini sangat berbeda dengan yang diterapkan pada perguruan tinggi. Dengan menggunakan SKS, siswa di ajarkan lebih banyak belajar secara mandiri. Damari menuturkan, sistem SKS ini sangat efektif bagi siswa untuk menguasai materi pembelajaran.

Dalam model pembelajaran SKS ini, masing-masing sekolah harus menggunakan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) yang disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sekolah sebagai buku panduan dan bahan ajar untuk siswa.

Sedangkan jumlah SKS yang harus diselesaikan siswa bergantung pada jumlah UKBM di masing-masing mata pelajaran yang dikerjakan siswa.

“Jadi perhitungan satu SKS bukanlah satu UKBM atau satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran tertentu. Bisa juga, seperti Fisika yang punya enam UKBM pembahasan dan itu bisa beberapa kali pertemuan harus selesai. karena siswa harus benar-benar memahami, ” ungkapnya.

Lebih lanjut, setelah mampu memahami materi yang disampaikan buku panduan UKBM, siswa akan mengikuti tes pemahaman. Jika lulus harus mengikuti tes normative untuk mengikuti UKBM selanjutnya.

SMAN 1 Bandung Gelar Pameran Bertajuk Edukasi

BANDUNG, DISDIK JABAR – Pameran Edukasi bertajuk informatif berhasil digelar Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Bandung dalam kegiatan Edufair Smansa Kuliah Yuk bertempat di Aula Kampus, Rabu (6/2/2019). Adapun acara ini bertujuan untuk memberikan informasi dan sosialisasi mengenai SNMPTN, SBMPTN, dan Bidikmisi kepada orangtua siswa kelas XII di sekolah ini. 

Kepala Dinas Cabang Wilayah Kota Bandung, Husen menuturkan harapannya mengenai Edufair agar bisa bertahan di setiap tahunnya. ” Hal ini tentunya akan  memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagi  orangtua sisiwa,” ujarnya dalam sambutan.

Lebih lanjut, Husen menyampaikan rasa bangga terhadap SMAN 1 telah berhasil menjadi salah satu sekolah yang cukup terkemuka di Kota Bandung dan bisa dijadikan model bagi sekolah-sekolah lain. Bahkan, ia pun memberikan apresiasinya terhadap acara Edufair yang telah mensosialisasikan informasi mengenai PTN.

Edufair mampu melibatkan orangtua untuk memberikan bimbingan kepada anaknga dalam menentukan pilihan ke peguruan tinggi. Terlebih dalam membina karakter setiap anak yang memiliki integritas tinggi.Tidak hanya mencetak anak-anak pintar tetapi juga melahirkan anak-anak yang memiliki nilai-nilai sopan santun. “Sehingga terciptalah siswa-siswa di Jawa Barat menjadi anak yang berilmu sekaligus berkarakter,” ujarnya.

Tidak hanya Husen, Kepala Divisi PSMA Yesa Sarwedi juga mengapresiasi acara pendidikan ini yang penuh denganmanfaat ini. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama untuk membantu anak dalam memilih jurusan di PTN serta dapat melihat kemampuan ekonomi orang tua, pendaftaran beasiswa dan wawasan anak itu sendiri. “Selain itu, ada tiga hal yang harus dimiliki oleh anak-anak kita saat ini, diantaranya adalah Wawasan kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan digital,” ujar Yesa sekaligus membuka acara SKY Smansa Kuliah Yuk.

Selanjutnya, Yesa turut mengatakan bahwa Pemprov Jabar akan memberikan beasiswa saat menuju jenjang pendidikan di S1 dan S2. “Maka dari itu manfaatkanlah waktu  ini dan bangunlah komunikasi antara orangtua, siswa, dan guru,” tuturnya.***

Tiga PTN di Jawa Barat Jadi Favorit Siswa SMAN 1 Bandung

BANDUNG, DISDIK JABAR – SMA Negeri 1 Kota Bandung telah berhasil melewati  tahap Pangkalan Pengisian Data Sekolah. Sebanyak 40 persen dari 360 siswa lolos verifikasi data untuk mendaftarkan diri ke Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri yang tersebar di Indonesia. Terdapat tiga universitas besar di Jawa Barat yang menjadi pilihan favorit siswa sekolah ini diantaranya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Bandung Fathul Ilmi, mengatakan bahwa tiga universitas itu memiliki angka yang tinggi berdasarkan peminatan dari peserta didik. “Kebanyakan anak-anak kami yang berdomisili di Bandung itu agak sungkan untuk mendaftarkan diri ke universitas di luar Kota Bandung,” ujar Ilmi saat diwawancarai, Rabu (6/2/2019).

Lebih lanjut, Ilmi menyebutkan peluang-peluang yang diberikan lebih luas. Tetapi, sekolah belum menemukan alasan yang telat mengenai siswa belum tertarik dengan universitas di luar Bandung. Namun, sekolah sudah membangun mental para siswa untuk siap menghadapi seleksi dari perguruan tinggi negeri agar tetap kuat untuk menerima hasil dengan berbagai kemungkinan.

Konsultasi yang telah berjalan jauh sebelum menginjak kelas 12 mengenai Perguruan Tinggi Negeri, guru-guru BK telah memberikan masukan dan arahan mengenai perguruan-perguruan tinggi yang dapat pilih usai lulus dari SMAN 1 Kota Bandung. Bahkan, dikelas 11 sekolah ini telah memberikan mata pelajaran mengenai Bimbingan Karir mengenai masa depan setiap siswa.

“Kami memetakan setiap keinginan siswa ingin melanjutkan sekolah ke universitas mana. Mulai dari jurusan yang paling banyak ingin dituju oleh sekolah,” kata Ilmu

Selain itu, sekolah juga mengadakan Edufair Smansa Kuliah Yuk (SKY) untuk memberikan informasi lebih lengkap mengenai dunia untuk mencapai jenjang yang lebih baik. “Mudah-mudahan dengan adanya Edufair ini siswa-siswa dapat lebih terbuka lagi wawasannya mengenai Perguruan Tinggi Negeri melalui stan-stan yang ada, pengetahuannya tidak mengerucut itu-itu aja,” katanya menutup.***

Sumber : disdik.jabarprov.go.id

Gerakan Literasi : Sekolah Jurnalistik

SMANSA Bandung – Bagi sebagian orang kegiatan menulis bisa jadi sangat sulit atau bahkan sangat mudah untuk dikerjakan. Begitu juga dengan menulis bentuk karangan jurnalistik. Pada prinsipnya menulis itu—baik bentuk jurnalistik atau sastra—sama; menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa pada medium tulisan, hanya saja bentuknya yang berbeda. Jurnalistik lebih objektif sedangkan sastra lebih imajinatif.

Tapi dalam perkembangannya, kegiatan tulis-menulis terkadang diabaikan, padahal menuangkan gagasan pada sebuah tulisan merupakan cerminan peradaban masyarakat dalam kehidupan abad ini. Majunya sebuah masyarakat dapat dilihat dari berkembang tidaknya kegiatan literasi.

Harus disadari, kegiatan tulis-menulis di masyarakat Indonesia sangat minim. Hal ini disebabkan beberapa faktor di antaranya, minat baca masyarakat yang masih rendah, belum munculnya kesadaran akan pentingnya membaca dan menulis, serta fasilitas berupa taman baca atau perpustakaan umum, masih minim.

Namun kesadaran tidak akan tumbuh, jika tanpa dibiasakan. Kebiasaan tidak akan hadir jika tanpa pernah melihat dan mengalami. Maka cara untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menulis adalah dengan membiasakan diri untuk membaca kemudian menulis. Untuk menuju sebuah usaha tersebut, tentu perlu kerja keras. Baik itu dari masyarakat, komunitas, pemerintah, atau instansi pendidikan, dalam hal ini sekolah.

Sebagai sebuah instansi pendidikan, sekolah mempunyai peran dan tugas yang sangat penting dan vital dalam menyadarkan dan mengembangkan kegiatan membaca dan menulis. Hal ini kemudian menjadi dasar, beberapa siswa SMAN 1 Bandung yang tergabung dalam ektrakulikuler HIJI yang juga bekerjasama dengan pihak sekola, berinisiatif untuk menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan dalam dua tahap, yang digelar di bulan September dan November. Pada tahap pertama (9 dan 27 September 2018), pelatihan difokuskan pada tataran tiori, yakni dasar-dasar Jurnalistik, dengan narasumber Boy Fadzri dari FIKOM UNPAD dan penulisan artikel, dengan narasumber Ahmad Mualif dari Majalah SORA. Acara ini sendiri diikuti oleh siswa kelas X, XI, dan XII.

Ketua dan Wakil ketua OSIS SMAN 1 BANDUNG periode 2018-2019

Sebanyak 1.050 siswa SMAN 1 Bandung bergiliran memasuki Aula Bersatu SMAN 1 Bandung. Hal tersebut dilakukan untuk memilih ketua dan wakil ketua OSIS periode 2018-2019. Kegiatan pemilihan sendiri selesai pada pukul 13. 00 WIB dan dilanjutkan dengan penghitungan suara yang selesai pada pukul 15.30 WIB. Setelah penghitungan selesai, MPK SMAN 1 Bandung selaku penyelenggara menetapkan pasangan nomor urut 1 atas nama Muhammad Rendi Ghaniy dan Azkia Nadila sebagai ketua dan wakil ketua OSIS SMAN 1 Bandung periode 2018-2019 (Tim WEB).

SMAN 1 Bandung mencintai Indonesia dengan Pendidikan Pramuka dan Bela Negara

Kamis pagi, 19 Juli 2018, Kota Bandung tidak seperti pagi sebelumnya, udara terasa dingin. Beberapa orang tampak gigil, dengan jaket tebal ditubuhnya serta kupluk dikepalanya. Memang beberapa hari ini Bandung seakan dipeluk halimun. Matahari juga seakan telat bangun. Namun keadaan tersebut tidak menjadi bendungan atau halangan siswa baru SMAN 1 Bandung untuk kembali melakukan aktivitas. Meski kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah selesai. Namun siswa baru harus dikenalkan juga dengan kegiatan Pendidikan Pramuka dan Bela Negara. Kegiatan tersebut berlangsung di Pusdikjas TNI AD Cimahi. Perjalanan pun dimulai.

Untuk menuju ke pemusatan pendidikan di Jalan Pasir Kumeli No.65, Baros, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, kami menggunakan truk. Menuju ketempat tersebut cukup mudah, selain jarak tempuh yang dekat, hampir tidak ada rintangan dalam perjalan menuju ke sana. Setidaknya dari kampus SMAN 1 Bandung sampai ke sana hanya membutuhkan waktu satu jam saja.

Setibanya di sana, kami berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara pembukaan. Udara tidak sedingin tadi, sinar matahari mulai meraba tubuh kami. Terasa ngahat. Pukul 08.30 upacara pembukaan dimulai. Hidmat. Tak ada keluh, meski matahari mulai mencakar tubuh kami. Pembukaan kegiatan ini sendiri dibuka langsung oleh kepala SMAN 1 Bandung, Pak Dadang Yani Zakaria. Beliau menitip pesan agar kegiatan ini diikuti dengan sebaik-baiknya sehingga bisa menambah wawasan tentang kebangsaan dan menumbuhkan serta menguatkan rasa cinta terhadap Tanah Air Indonesia. Upacara pembukaan selesai, kami langsung menuju barak masing-masing untuk menyiapkan acara selanjutnya.

Siang itu, di Pusdikjas kami berkumpul kembali dalam balutan pakaian lapangan. Kami berlatih PBB dan TUM. Latihan ini langsung dipimpin para pelatih dari Pusdikjas. Meski panas terasa menyengat, tapi pelatihan ini cukup mengasikan, pelatihan ini juga diiring dengan nyanyi-nyanyi. Pada hari pertama pematerian Bela Negara bukan hanya PPB saja, tapi juga diberikan materi Bimsuh (Mitigasi) bencana alam dan juga wawasan kebangsaan.

Pada hari kedua, jumat 20 Juli 2018 kami memulai Bela Negara dengan materi Dasar Kepemimpinan, Proxywar dan Radikalisme. Selain materi yang berpusat dari para pelatih Pusdikjas, kami juga dibekali materi tentang Pendidikan Kepramukaan.

Sabtu, 21 Juli 2018 menjadi rangkaian acara puncak kegiatan Pendidikan Pramuka dan Bela Negara. Namun sebelum penutupan acara kami diberikan materi outbond dan gladi penutupan. Kegiatan ini sendiri ditutup pada pukul 15.30. Setelah penutupan. Kami langsung pulang. Tiga hari kami ditempa dengan Pedidikan Pramuka dan Bela Negara. Meski hanya tiga hari, tapi banyak hal didapat untuk mencintai bangsa ini.

Keluarga Sadar Hukum dan Tata Tertib Berlalulintas jadi materi MPLS hari ke 2 di SMAN 1 Bandung

Selasa, 17 Juli 2018, menjadi hari ke-2 kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SMAN 1 Bandung. Pada hari ke-2, seluruh siswa dikenalkan dengan berbagai ekskul yang ada di SMAN 1 Bandung. Adapun pengenalan yang dilakukan adalah dengan cara demo. Tentu menjadi menarik ketika berbagai ekskul menampilkan beragam kekhasannya. Di antara eksukl yang tampil hari ini adalah Roda Angin, Tech-1, KIR, Hiji, PMR, English Club, Paskibra, dan Badminton.

Selain menampilkan demo ekskul, MPLS hari kedua diisi juga dengan materi Keluarga Sadar Hukum dan Tata Tertib Berlalulintas, yang diisi langsung oleh kepolisian (TIM WEB).

Konsultasi Gratis Anak Berkebutuhan Khusus di SMAN 1 Bandung Ramai Dikunjungi Orang Tua

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme, Aliansi Praktisi dan Pemerhati Autisme Indonesia (APPAI) memggelar sebuah konsultasi gratis untuk anak berkebutuhan khusus.

Bekerja sama dengan SMAN 1 Bandung, APPAI menggunakan ruang aula dan beberapa kelas sebagai tempat konsultasi gratis.

Konsultasi gratis tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan autisme.

“Kami mengadakan acara memanfaatkan Car Free Day Dago, kami memberi konsultasi gratis. Selain konsuktasi mengenai autisme, untuk anak berkebutuhan khusus lain juga kami terima,” ujar Yulia Suherlina, anggita APPAI sekaligus Direktur Lembaga Perkembangan Potensi Anak Suryakanti, kepada Tribun Jabar di SMAN 1 Bandung, Minggu (8/4/2018).

Di aula SMAN 1 Bandung, terlihat beberapa meja diisi oleh pakar yang berbeda. Ada dokter anak, psikiater anak, psikolog, pedagog, terapis dari berbagai lembaga, fisioterapis, ahli terapi bicara, dan dokter gigi.

“Rata-rata, orang tua tidak hanya mencari satu bantuan. Masyarakat yang punya anak autis memanfaatkannya,” ujarnya.

Yulia mengatakan konsultasi yang diadakan hari ini tidak komprehensif. Setidaknya, pada acara ini anak bisa di-screening sehingga kebutuhannya bisa diketahui.

Setelah mengetahui kebutuhan, orang tua dapat melanjutkannya dengan mendaftarkan anak ke lembaga terapi.

Saat orang tua berkonsultasi, sementara anak bisa bermain di lapangan dan koridor SMAN 1 Bandung. Ada yang memggambar dan bermain permainan lainnya.

Anak-anak tersebut didampingi oleh Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha yang menjadi relawan.

Yulia mengatakan animo masyarakat cukup baik. Banyak orang mendaftar registrasi setelah konsultasi dibuka.

Sumber: TRIBUN JABAR

Banyu Leisure, Tempat Nongkrong dan Makan-Minum yang Asyik di Belakang SMAN 1 Bandung

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Mencari tempat nongkrong asyik, plus menyediakan berbagai macam menu makanan? Mungkin Anda bisa merapat ke Banyu Leisure di Jalan Ciungwanara, Kota Bandung.

Terletak di jalan kecil di belakang SMAN 1 Bandung, Banyu Leisure dipenuhi pohon tinggi yang rimbun untuk tempat makan dan nongkrong bareng teman atau keluarga.

“Kami baru tahu pas Kang Emil (Wali Kota Bandung Ridwan Kamil) nge-post di Instagram, jadi penasaran tempatnya seperti apa” ujar Ati Darnianti, seorang pengunjung di Banyu Leisure, Rabu (12/7/2017).

Ati mengaku cukup nyaman nongkrong di sini karena tempat duduknya bukan hanya kursi dan meja, tapi juga tersedia sofa empuk dan tempat tidur gantung.

“Iya anak-anak saya kan penasaran pengen ngerasain tempat tidur gantung di pohon, soalnya kalau di rumah mah enggak akan mungkin dipasang” ujar Ati, seraya tertawa lebar.

Di Banyu Leisure yang rampung dibangun akhir Mei 2017, terdapat sekitar 20 stand makanan yang menjual berbagai makanan mulai dari makanan berat sampai camilan.

Ditambah desain tempat yang minimalis dan didominasi kaca, membuat tempat ini sangat eye-catchy jika dilihat.

Sumber: TRIBUN JABAR