Gerakan Literasi : Sekolah Jurnalistik

SMANSA Bandung – Bagi sebagian orang kegiatan menulis bisa jadi sangat sulit atau bahkan sangat mudah untuk dikerjakan. Begitu juga dengan menulis bentuk karangan jurnalistik. Pada prinsipnya menulis itu—baik bentuk jurnalistik atau sastra—sama; menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa pada medium tulisan, hanya saja bentuknya yang berbeda. Jurnalistik lebih objektif sedangkan sastra lebih imajinatif.

Tapi dalam perkembangannya, kegiatan tulis-menulis terkadang diabaikan, padahal menuangkan gagasan pada sebuah tulisan merupakan cerminan peradaban masyarakat dalam kehidupan abad ini. Majunya sebuah masyarakat dapat dilihat dari berkembang tidaknya kegiatan literasi.

Harus disadari, kegiatan tulis-menulis di masyarakat Indonesia sangat minim. Hal ini disebabkan beberapa faktor di antaranya, minat baca masyarakat yang masih rendah, belum munculnya kesadaran akan pentingnya membaca dan menulis, serta fasilitas berupa taman baca atau perpustakaan umum, masih minim.

Namun kesadaran tidak akan tumbuh, jika tanpa dibiasakan. Kebiasaan tidak akan hadir jika tanpa pernah melihat dan mengalami. Maka cara untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menulis adalah dengan membiasakan diri untuk membaca kemudian menulis. Untuk menuju sebuah usaha tersebut, tentu perlu kerja keras. Baik itu dari masyarakat, komunitas, pemerintah, atau instansi pendidikan, dalam hal ini sekolah.

Sebagai sebuah instansi pendidikan, sekolah mempunyai peran dan tugas yang sangat penting dan vital dalam menyadarkan dan mengembangkan kegiatan membaca dan menulis. Hal ini kemudian menjadi dasar, beberapa siswa SMAN 1 Bandung yang tergabung dalam ektrakulikuler HIJI yang juga bekerjasama dengan pihak sekola, berinisiatif untuk menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan dalam dua tahap, yang digelar di bulan September dan November. Pada tahap pertama (9 dan 27 September 2018), pelatihan difokuskan pada tataran tiori, yakni dasar-dasar Jurnalistik, dengan narasumber Boy Fadzri dari FIKOM UNPAD dan penulisan artikel, dengan narasumber Ahmad Mualif dari Majalah SORA. Acara ini sendiri diikuti oleh siswa kelas X, XI, dan XII.