Pencarian
Login Member
Username:
Password :
Galeri Photo Terbaru

Gerakan Literasi Sekolah

Tanggal : 10-10-2016 16:13, dibaca 464 kali.

Pada  abad  ke-21  ini,  kemampuan  berliterasi  peserta  didik  berkaitan  erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Akan tetapi, pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu  mewujudkan  hal  tersebut.  Pada  tingkat  sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca peserta didik Indonesia (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD—Organization for Economic Cooperation and Development) dalam Programme for International Student Assessment  (PISA).

PISA 2009  menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-57 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 493), sedangkan PISA 2012 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-64 dengan skor 396 (skor rata-rata  OECD  496) (OECD,  2013). Sebanyak  65 negara  berpartisipasi  dalam  PISA 2009 dan 2012. Dari kedua hasil ini dapat dikatakan bahwa praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah belum memperlihatkan fungsi sekolah sebagai organisasi pembelajaran  yang  berupaya  menjadikan  semua  warganya  menjadi  terampil membaca untuk mendukung mereka sebagai  pembelajar sepanjang hayat.

Berdasarkan  hal  tersebut,  Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan mengembangkan gerakan literasi sekolah (GLS) yang melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Selain itu, pelibatan unsur eksternal dan unsur publik, yakni orang tua peserta didik,  alumni, masyarakat, dunia usaha dan industri  juga menjadi komponen penting dalam GLS. GLS dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9. Butir Nawacita yang dimaksudkan adalah (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia; (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit  bersama  bangsa-bangsa  Asia  lainnya; (8)  melakukan  revolusi  karakter bangsa; (9) memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
Empat butir Nawacita tersebut terkait erat dengan komponen literasi sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya.

Selengkapnya bisa dibaca di http://sman1bdg.sch.id/rikki/Panduan-Gerakan-Literasi-Sekolah-di-SMA.pdf



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : eka kartika -  [ekakartikaps@gmail.com]  Tanggal : 27/09/2017
Assalamualaikum, selamat siang. Saya Eka Kartika, Mahasiswa Biologi Universitas Airlangga, Panitia BEEHIVE UNAIR (Olimpiade Tingkat Nasional SMA/SMP (BESC 2017), Turnamen Olah Raga Futsal dan Dance Tk. Jawa Timur (STORM 2017), dan HGTS (Himbio Goes To School 2017)). Apakah kami diperbolehkan meminta bantuan kepada SMA Negeri 1 Bandung untuk merepost atau meposting poster kegiatan kami? Terimakasih banyak sebelumnya

Pengirim : Katakata -  [infobaru@gmail.com]  Tanggal : 07/03/2017
thanks for sharing. https://goo.gl/7rvK8l

Pengirim : pesan undangan pernikahan -  [undangancakep@gmail.com]  Tanggal : 23/02/2017
semoga bisa menjadi insan yang berkualitas, produktif dan berdaya guna

Pengirim : Obat Herbal Asam Urat -  [asamurat@yahoo.com]  Tanggal : 16/02/2017
konten dan isinya bermanfaat serta mudah sekali dipahami terimakasih untuk informasinya http://obatherbalasamuratampuh.com


   Kembali ke Atas