Akademik

Informasi REVONELUTION 2019

OSIS SMAN 1 BANDUNG dengan bangga mempersembahkan : šŸƒā€ā™‚ļøREVONELUTION 2019: COLOR RUNšŸŒˆ
šŸ“†Minggu, 10 November 2019
šŸ“SMAN 1 Bandung
HTM : 80.000
psst, harga diatas sudah termasuk racepack menarik!! (Air mineral, Jersey, Gelang karet, Gelang tiket)
Selain Color Run sejauh kurang lebih 5km, Revonelution dikemas dalam acara bazaar kesehatan, dimana didalamnya terdapat Talkshow dengan dokter, cek kesehatan, dan juga pertunjukan musik dari JI3 dan MARIMERAKI !!! Tunggu apalagi?
Sampai bertemu di Revonelution2019 !!!

BALINOSA 2019 SMAN 1 Bandung Kali ini Pecah! Plh. Gubernur JABAR Hadir…

SMANSA Bandung, – Kegiatan Bazar Literasi November Satu atau yang lebih dikenal dengan ā€œBALINOSAā€ diadakan oleh SMA Negeri 1 Bandung. Melihat keadaan di era yang serba modern ini, antusiasme peserta didik khususnya remaja untuk membaca buku, kian hari kian berkurang. Tentunya hal ini sangat memprihatinkan, karena remaja yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa, harusnya lebih memperbanyak menimba ilmu, salah satunya dengan membaca

Maka dari itu SMA Negeri 1 Bandung berinisiatif untuk mengadakan sebuah kegiatan yang tentunya dapat mendorong peserta didik agar mau membaca. Kegiatan tersebut di beri nama ā€˜BALINOSAā€™. Kegiatan ini tentunya diadakan dengan tujuan mengingatkan para siswa dan siswi sebagai peserta didik supaya lebih meningkatkan budaya membaca bukunya, baik buku pelajaran ataupun buku lainnya. Melalui kegiatan ini di harapkan peserta didik termotivasi untuk lebih banyak lagi membaca buku.

Disamping itu, Kegiatan ini tidak hanya terpaku pada literasinya, juga diadakan kegiatan berbagai perlombaan termasuk bazaar, mendekorasiĀ stand bazar dan pentas musik.Ā Kegiatan bazar melatihĀ para peserta didik untuk memiliki jiwa kewirausahaan, dan berani untuk mempromosikannya. kegiatan ini dilakukan di lapang SMAN 1 Bandung. Yang menarik pada Balinosa kali ini setiap stand bazar memakai mesin S-Pay untuk proses pembayarannya sebagai upaya sekolah yang berbasis TIK.

S-Pay (Smart Mobile Payment)

S-Pay (Smart Mobile Payment) adalah perangkat pembayaran instant yang dapat memudahkan Anda bertransaksi. BALINOSA didukung dengan kehadirannya S-Pay dari alumni SMAN 1 Bandung. S-Pay dengan merek GTA oleh PT Gema Transpaltindo Abadi dan Boarding Labs sebagai perusahaan POS aplikasi kasir.

Balinosa 2019 juga dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh.) Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dalam rangka deklarasi Program Sekolah Ramah Anak (SRA), Sekolah Berintegritas dan Sekolah Berbasis Teknologi Infromasi Komunikasi (SeBaTIK). Pada pendeklarasian SeBaTIK, Dadang menyatakan, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat, sekolah harus mampu beradaptasi dan mengadopsi kemajuan tersebut guna menunjang pembelajaran di sekolah. Hal itu dibuktikan dengan diluncurkannya Tablet Cinta (creativity, integrity, and digital access).

Selain kegiatan di atas, BALINOSA kali ini mendatangkan Bahureksa untuk menambah kemeriahan dan diakhiri dengan keseruan bersama (RR)

SMAN 1 Bandung Deklarasikan SRA, Sekolah Berintegritas, dan SeBaTIK

BANDUNGDISDIKJABAR– Pelaksana Harian (Plh.) Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menghadiri deklarasi Program Sekolah Ramah Anak (SRA) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bandung, Jln. Ir. H. Juanda No. 93, Kota Bandung, Selasa (5/11/2019). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan deklarasi Sekolah Berintegritas dan Sekolah Berbasis Teknologi Infromasi Komunikasi (SeBaTIK).

Kepala SMAN 1 Bandung, Dadang Yani Zakaria menegaskan, ketiga deklarasi tersebut penting dilaksanakan guna membangun kualitas satuan pendidikan yang lebih baik. Melalui deklarasi sekolah berintegritas, Dadang mengatakan, hal tersebut sebagai upaya sekolah untuk menyelenggarakan pelayanan pendidikan dengan baik dan bersih.

“Setiap sekolah dan kedinasan pasti memiliki berbagai kegiatan yang ujung-ujungnya bertujuan untuk anak. Maka, pelaksanaannya juga harus menjunjung integritas,” ujarnya.

Pada pendeklarasian SeBaTIK, Dadang menyatakan, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat, sekolah harus mampu beradaptasi dan mengadopsi kemajuan tersebut guna menunjang pembelajaran di sekolah. Hal itu dibuktikan dengan diluncurkannya Tablet Cinta (creativity, integrity, and digital access).

“Sekolah juga berkewajiban melakukan sistem kredit semester (SKS). Dengan semangat inovasi dan kreativitas, kami juga akan membuat SKS berbasis teknologi digital,” ungkapnya.

Dalam deklarasi SRA, Dadang mengaku program tersebut telah digalakkan sejak jauh-jauh hari. Pendeklarasian ini hanya sebagai simbolis. “Sosialisasi sudah dilakukan karena program ini wajib digalakkan di Jabar,” imbuhnya.

Selain ketiga deklarasi tersebut, SMAN 1 Bandung juga menyelenggarakan bazar bertajuk Bazar Literasi November Satu (Balinosa). Bazar tersebut diisi berbagai inovasi kewirausahaan dan penampilan kesenian yang ditunjukkan para siswa. “Khusus untuk literasi, kita juga menyelenggarakan lomba seperti menulis puisi dan cerpen. Nantinya, karya tersebut akan kita cetak dan bukukan,” tambahnya.

Selain Plh. Gubernur, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Yesa Sarwedi, Kepala Cabang Dinas Wilayah VII, Endang Susilastuti serta jajaran kepala sekolah di wilayah KCD VII.***

Sumber: https://disdik.jabarprov.go.id/news/1669/sman-1-bandung-deklarasikan-sra%2C-sekolah-berintegritas%2C-dan-sebatik

Informasi BALINOSA SMANSA 2019

GIVE AWAY!

BALINOSA 2019
Dapatkan Hadiah 2 Smartphone, 10 Flashdisik, 10 Powerbank.
__________________________________
Caranya :
1. Follow IGĀ @smansabandung
2. Like Postingan ini
3. Subcribe Chanel Youtube ā€œSMA Negeri 1 Bandungā€
4. Komen SMANSA BERSATU di Postingan ini dan Mention ke 3 Temen Smansa kamu. Contoh Smansa BersatuĀ @teman1@teman2@teman3
___________________________________
Mulai Hari Selasa 29 Oktober sd 1 November. Bagi kamu yang hadir pertama setiap hari nya melalui e-absen akan mendapat hadiah dari sekolah.

Selamat Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama.

Seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Bandung pada Hari Selasa, 22 Oktober 2019 wajib memakai pakaian busana Muslim.

  • Untuk laki-laki memakai peci, atasan baju koko, bawahan celana seragam sekolah dan dianjurkan untuk membawa sarung
  • Untuk perempuan memakai seragam sekolah yang seperti biasa dipakai pada hari Jumat dan wajib memakai kerudung

SMAN 1 Bandung Evaluasi Sistem Penilaian E-Rapor

BANDUNG, DISDIK JABAR – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Bandung mengevaluasi sistem penilaian e-rapor yang telah diterapkan selama 3 tahun. Sistem e-rapor ini merupakan aplikasi yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) guna memudahkan sekolah menginput nilai dan mengirim nilai peserta didik secara daring.

Staf Humas SMAN 1 Kota Bandung, Ahmad Mujidin mengatakan, pada awal pelaksanaan e-rapor, sekolah masih mengalami banyak kesulitan, seperti penggunaan aplikasi dan penyesuaian dari perubahan yang dilakukan oleh direktorat serta guru yang belum memahami mastery learning.

“Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak sekolah pun segera menggelar workshop, pelatihan, dan in house training (IHT) bagi guru,” ujar Ahmad saat diwawancarai, Jumat (18/10/2019).

Sehingga, lanjut Ahmad, memasuki tahun kedua dan ketiga, sistem penilaian ini sudah berjalan lancar. Bahkan, e-rapor menjadi acuan para guru dan orang tua dalam membantu pihak sekolah untuk mendidik anaknya meraih nilai sempurna.

“Orang tua pun bisa memantau perkembangan nilai anaknya di sekolah. Karena, e-rapor mencatat semua pencapaian kompetensi siswa, seperti kehadiran, nilai mata pelajaran, sikap, prestasi hingga catatan wali kelas,” tuturnya.

Ahmad menyatakan, SMAN 1 Kota Bandung mendukung program pemerintah melalui pemberlakuan e-rapor ini. Namun, sistem ini masih sedikit diterapkan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. “Karena, tergantung kesiapan dan kemampuan sekolah. Alhamdulilah, sekolah kami sudah memenuhi syarat tersebut,” ucap Ahmad.

Bahkan, tambahnya, SMAN 1 Kota Bandung tengah merencanakan dan mendiskusikan penerapan nilai e- rapor untuk sistem akselerasi atau sistem paket satuan kredit semester (SKS). “Masih kami diskusikan karena sistem paket SKS juga baru akan diterapkan. Kami berharap, langkah ini bisa mengoptimalkan pelayanan dan kecepatan mastery learning,” harapnya.

Saat ini, menurut Ahmad, surat keputusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah diperoleh. Pihak sekolah pun tengah mengajukan ke Kemendikbud untuk mendapatkan persetujuan e- rapor sistem SKS.***

https://disdik.jabarprov.go.id/news/1619/sman-1-bandung-evaluasi-sistem-penilaian-e-rapor

Pembagian Raport Mid Semester

Pembagian Mid Semester dilaksanakan pada Hari Jum’at, 11 Oktober 2019. Raport Mid semester ini sebagai alatm bagi siswa maupun orang tua siswa agar senantiasa lebih memerhatikan terhadap proses pembelajaran di SMAN 1 Bandung

SMAN 1 Bandung Pelopor Sekolah Berintegritas dengan Tagline “SMANSA INTEGRITAS BERSATU”

BANDUNG, DISDIK JABAR  Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bandung menggelar Sosialisasi Program Sekolah “Sekolah Berintegritas dan Sekolah Ramah Anak”, Jumat (11/10/2019). Dalam sosialisasi tersebut, Komite SMAN 1 Kota Bandung, Arief Syaifudin menjelaskan bahaya korupsi dan pentingnya integritas yang ditanamkan pada siswa serta aparatur sipil negara (ASN) di Aula SMAN 1, Jln. Ir. H. Djuanda, Kota Bandung.

Arief mengatakan, jiwa integritas dalam diri siswa bisa dimulai dari hal terkecil. Misalnya, berani jujur dan bertanggung jawab.

“Membentuk karakter berintegritas, di antaranya melalui kecerdasan intelektual, terampil berpikir, mempunyai visi misi hidup, memiliki kecerdasan emosional, dan bijak mengelola sumber daya yang ada,” paparnya.

Sedangkan kecerdasan spritual, lanjut Arief, yakni pandai memahami aturan-aturan yang diterapkan oleh agama yang dianut.

Menurut Arief, SMAN 1 Kota Bandung menjadi pelopor sekolah integritas pertama, dengan jargon “Smansa Integritas Bersatu”. Ini adalah pertama kalinya sekolah yang menerapkan budaya integritas sejak dini.

“Karena, untuk mewujudkan negara yang maju tidak hanya dibutuhkan generasi yang cerdas, tapi juga manusia berintegritas,” tegasnya.

Orang pintar, menurutnya, belum tentu mempunyai integritas yang baik. Contohnya, banyak orang pintar, bahkan pejabat yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . “Semoga siswa dan ASN bisa berkolaborasi dalam memerangi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Karena, saat ini negara kita tengah membutuhkan orang-orang berintegritas tinggi,” tuturnya.

Pemahaman mengenai integritas harus dilakukan sejak dini, rutin, dan berkala. Oleh karena itu, Arief pun menyusun program integritas untuk sekolahnya. Contohnya, dengan memasang poster bertuliskan “Integritas Yes, Korupsi No”.

“Poster-poster ini nantinya akan men-trigger dan mengubah mindset siswa hingga akhirnya perlahan tertanam dalam diri,” ucapnya.

Integritas, ungkap Arief, merupakan kesatuan antara pikiran, perasaan, ucapan, dan tindakan dengan hati nurani. Juga keteguhan sikap seseorang dalam mempertahankan prinsip yang menjadi landasan hidupnya.

“Integritas berkaitan dengan mutu, sifat, kewibawaan, dan kejujuran. Lebih tepatnya, integritas dapat diartikan sebagai jati diri seseorang,” ujarnya.

Arief berharap, melalui program Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Berintegritas ini, akan muncul karakter anak bangsa yang berbudaya dan berintegritas tinggi.

Satuan Petugas (Satgas) Ramah Anak Disdik Jabar, Bang Irian Syah atau akrab disapa Bang Ir ikut menghadiri kegiatan ini.

Bang Ir menjelaskan, sekolah ramah anak adalah upaya untuk menghadirkan/menciptakan sekolah/madrasahĀ yang kondusif dan menyenangkan. Melalui sekolah ramah anak, diharapkan dapatĀ meminalisasi perlakuan salah dan tindakan diskriminatif lainnya atau hal lain yang dapat memicu ketidaknyamanan anak.

“Semoga bisa mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang kita inginkan bersama,” harapnya.***