Akademik

Info Registrasi Akun LTMPT 2020

  1. Registrasi akun LTMPT dilakukan oleh sekolah dan juga siswanya secara mandiri.
  2. Siswa lulusan tahun  2020 dan akan  mengikuti  SNMPTN 2020 wajib melakukan registrasi akun pada tanggal 02 Desember 2019 – 07 Januari 2020.  Bagi siswa lulusan  2020 yang  tidak akan mengikuti SNMPTN 2020 tapi  akan  mengikuti UTBK-SBMPTN 2020,  dapat melakukan registrasi  akun  pada  tanggal  07  Februari  2020  –   05 April  2020 bersamaan dengan registrasi akun bagi lulusan 2018 dan 2019.
  3. Sebelum melakukan  registrasi akun,  pihak  sekolah atau  siswa harus sudah membaca petunjuk Alur Registrasi Akun Sekolah dan Siswa serta melihat  Video Tutorial  Registrasi  Akun di https://www.ltmpt.ac.id  pada menu Unduhan Tahun 2020.

Daftar Unduhan LTMPT 2020

  1. Siaran Pers Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru 2020
  2. Informasi Resmi Seleksi Masuk PTN Tahun 2020
  3. Informasi Resmi SNMPTN Tahun 2020
  4. Informasi Resmi UTBK – SBMPTN Tahun 2020
  5. Alur Registrasi dan Verifikasi Akun Sekolah
  6. Alur Registrasi dan Verifikasi Akun Siswa
  7. Surat Edaran No.10 LTMPT

Pembagian Raport Semester 1 2019/2020

Pembagian laporan hasil belajar siswa belangsung pada tanggal 20 Desember 2019. Dihadiri oleh para orang tua siswa dan didampingi oleh wali kelasnnya masing-masing. Yang menarik kelas X tidak semua siswa mendapatkan raport tetapi ada beberapa siswa yang menerima KHS (Kartu Hasil Studi) dikarenakan belum memenuhi kompetensi dasar

Analisa Pengaruh Aliran Mu’tazilah pada Filsafat Teologi

Sebagai manusia, tentu perlu adanya sebuah pemikiran yang mampu meyakinkan keberadaan yang tidak dapat dirasakan oleh logika dan panca indra lahiriah. Sering kita jumpai orang sedang menemukan kebenaran tuhan-Nya. Namun timbul pertanyaan yang dapat meragukan keyakinan dalam hatinya. Maka dari itu, perlu adanya sebuah kajian yang mampu menjawab keraguan-keraguan itu dalam mencari keberadaan tuhan.

Paragraf di atas menunjukkan kajian ilmu teologi. Istilah asing bagi orang yang mengedepankan akal dan logika. Kenapa? Karena mereka sulit untuk mencapai pemahamannya yang sudah ditutupi oleh logika mereka. Tetapi Priatna menyebutkan bahwa akal manusia dapat membuat dan mengembangkan kebudayaan dan peradaban yang tinggi. Dengannyalah manusia dapat mewujudkan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dapat menghantarkan manusia kepada kesejahteraan dan kebahagiannya[i].

Teologi sebagaimana diketahui, membahas ajaran-ajaran dasar dari suatu agama. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan-keyakinan yang berdasarkan pada landasan kuat, yang tidak mudah diombang-ambing oleh peredaran zaman[ii]. Dalam Islam, terdapat lebih dari satu aliran teologi, dimana setiap aliran memiliki corak masing-masing. Aliran-aliran teologi tersebut tidak hanya berpengaruh dalam aspek aqidah saja, tetapi juga sangat berdampak terhadap pendidikan dan tatanan politik para penganutnya maupun suatu daerah secara khusus.

Salah satu aliran teologi dalam Islam adalah aliran Mu’tazilah. Golongan ini merupakan kaum yang memisahkan diri. Banyak pemikiran-pemikiran dari Mu’tazilah yang patut kita kaji dan selanjutnya kita analisis sehingga menambah khazanah keilmuan kita dan mudah-mudahan dapat menjadi perantara bertambahnya keimanan kita kepada Allah, terlepas dari pemahaman-pemahaman yang kurang sesuai dengan pemahaman kita. Aspek kajian kita juga menyebar dalam ranah pendidikan dan politik sebagai dampak dari pemikiran-pemikiran yang terdapat dalam aliran yang didirikan oleh Washal ibn Atha’ ini.

Kaum Mu’tazilah disebut juga dengan kaum rasionalis Islam[iii]. Sebutan ini sepertinya pantas disematkan kepada aliran Mu’tazilah melihat cara mereka dalam menggunakan akal. Mereka sangat menghargai akal dan menurut mereka semua hukum atau perbuatan manusia dianggap benar jika masuk akal sebelum datangnya wahyu mengenai perbuatan itu. Hal ini pula yang menjadikan mereka kurang percaya atas keorinisalitas sunnah, mereka hanya mengakui sedikit dari banyak hadits yang bersumber dari Rasulullah. Hadits yang mereka akui hanyalah hadits-hadits yang mutawatir menurut mereka.

Awalnya, cara penggunaan akal oleh kaum Mu’tazilah adalah untuk memerangi pernyataan-pernyataan musuh Islam yang banyak menggunakan logika. Sedangkan pada saat itu umat Islam masih terbelenggu dengan dalil naqli saja. Selain itu juga, tak dapat dipungkiri bahwa cara mereka dalam penggunaan akal dipengaruhi oleh budaya saat itu, yang mana mulai banyak pengaruh-pengaruh luar yang masuk ke dalam agama Islam. Seperti dari Persia, Yunani, Romawi, India dan lainnya.

Namun, hal ini memberikan sumbangsih yang besar bagi agama Islam. Saat Mu’tazilah dijadikan sebagai madzhab resmi negara pada zaman Dinasti Abbasiyah, yaitu saat Khalifah Ma’mun memerintah, banyak sekali kegiatan-kegiatan pengembangan yang dilakukan. Puncaknya adalah saat pendirian Baitul Hikmah oleh sang Khalifah. Kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan yang dilakukan di Baitul Hikmah ini mulai dari penerjemahan buku-buku asing seperti buku berbahasa Persia, Yunani, Romawi dan lain-lain sampai kegiatan penelitian astronomi. Kegiatan ini pun didukung dengan fasilitas yang canggih dan memadai seperti adanya observatorium untuk kegiatan penelitian astronomi. Sehingga jadilah Baghdad kota Pengetahuan yang Masyhur kala itu. Banyak ilmuwan-ilmmuwan dari penjuru dunia datang ke kota ini dan memberikan peranan yang penting untuk pendidikan.

Selain itu, adanya aliran Mu’tazilah di agama Islam memperkenalkan agama ini dengan ajaran filsafat lengkap dengan kajian tentang tuhan dan perbuatannya seta dalil-dalil akal pikiran dengan tetap berlandaskan pada dalil naql[iv]. Dalam bidang Tafsir Qur’an contohnya, aliran Mu’tazilah menggunakan metode takwil yang berbeda dalam menakwilkan ayat-ayat mutasyabihat. Takwil menurut aliran ini didasarkan pada akal yang bermuara pada pengesaan Allah dari setiap yang mencedarai keeesaannya[v].  Pengaruh terkuat dari aliran Mu’tazilah dapat dirasakan dalam bidang orator dan pujangga, ilmu balaghah (rethorika), ilmu jadal (perdebatan) dan ilmu kalam (teologi)

Sedangkan dari segi politik ketika masa Dinasti Umayyah, aliran ini tidak terlalu banyak melakukan perlawanan kepada pemerintah. Mereka mulai berani unjuk gigi saat pemerintahan dinasti Abbasiyah, karena adanya hubungan dekat diantara mereka. diantaranya adalah Amr bin Ubaid yang merupakan teman dekat dari Abu Ja’far bin Manshur sebelum menjadi khalifah. Selain itu, didukung pula oleh khalifah yang menganut aliran mu’tazilah ini seperti khalifah Al-Ma’mun.

Dengan adanya kedekatan ini, tidak sedikit pejabat pemerintahan saat itu berasal dari aliran ini. Puncaknya adalah ketika aliran ini dijadikan aliran resmi negara. Sehingga timbulnya Mihnah yaitu ujian bagi para ulama fiqih, ulama hadits dan para hakim untuk mengakui kemakhlukan Al-Qur’an. Teori kemakhlukan ini merupakan salah satu teori yang diyakini aliran mu’tazilah. Karena menurut mereka jika al-Qu’an qadim berarti bersamaan dengan adanya Allah atau disebut ta’addud al-Qudama. Dan tidak mungkin ada yang terdahulu selain Allah.

Banyak ulama dan hakim yang menjadi korban dari mihnah ini. Bagi yang mengakui kemakhlukan Al-Qu’an maka mereka dibebaskan. Sedangkan bagi ulama atau hakim yang tidak mengakui kemakhlukan Al-Qur’an maka mereka harus siap menghadapi hukuman yang telah disiapkan oleh pemerintah. Baik itu berupa cambukan, penjara sampai hukuman mati. Salah satu ulama yang mendapat siksaan karena menolak mengakui kemakhlukan adalah Ahmad bin Hanbal, ulama fiqih yang cukup berpengaruh dan memiliki banyak pengikut. Dinasti Abbasiyah hanya menjatuhi hukuman cambuk dan penjara pada Ahmad bin Hanbal, mereka tidak berani menghukum mati Ahmad bin Hanbal karena ditakutkan adakan adanya perlawanan dari para pendukung Ahmad bin Hanbal.[vi]

Dibuat oleh: Rijki Ramdani, S.Pd (Guru PAI SMAN 1 Bandung)


[i] Priatna, T. (2002). Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu’tazilah. Retrieved Desember 16, 2019, from Digital Library UIN Sunan Gunung Djati: http://digilib.uinsgd.ac.id/26884/. Hal. 8

[ii] Mufidah, L. L. (2017). Pendekatan Teologis dalam Kajian Islam. Jurnal Misykat, II(1), 151-162. Hal. 153

[iii] Nurdin, M. (2011). Sejarah Pemikiran Islam. Jakarta: Amzah. Hal. 52

[iv] Ibid. Hal. 60

[v] Jamaluddin. (2015). perkembangan dan pengaruh pemikiran teologi Mu’tazilah tentang kemahlukan Al-Qur’an Tahun 124-218 H/ 742-838 M. Thaqafiyyat, 77-97. Hal. 95

[vi] Ibid. Hal. 93

Ratusan Siswa Deklarasikan Antikorupsi di SMAN 1 Bandung

BANDUNG, DISDIK JABAR  Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dewi Sartika dan Sekdisdik Jabar, Firman Adam  membacakan Deklarasi Generasi Milenial Antikorupsi yang diikuti ratusan siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) se-Kota Bandung. Kegiatan Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia ini digelar di Halaman SMAN 1 Bandung, Jln. Ir. H. Juanda No. 93, Kota Bandung, Minggu (15/12/2019).

Deklarasi tersebut merupakan bagian kegiatan sosialisasi pendidikan antikorupsi yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Inspektorat Jabar, Penyuluh Antikorupsi Seluruh Indonesia (Paksi), Disdik Jabar, dan Disdik Kota Bandung.

Wagub menuturkan, korupsi merupakan persoalan besar yang sejak era reformasi masih belum terselesaikan. Sehingga, untuk mencegah perilaku tersebut, perlu ditanamkan pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan guna memberi bekal kepada siswa agar mampu menganalisis perbuatan korupsi sejak dini. 

“Kegiatan ini mendorong sosialisasi antikorupsi untuk memberikan pengenalan, pembelajaran, dan pemahaman kepada siswa di sekolah tentang korupsi dan bahayanya,” papar Uu. 

Ia menegaskan, program tersebut selaras dengan Peraturan Gubuernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi pada Satuan Pendidikan. Hal tersebut membuktikan bahwa Pemprov Jabar berkomitmen memberantas/mengentaskan perilaku korupsi. “Saya harap, Pergub ini diikuti oleh 27 kabupaten/kota agar penanaman antikorupsi di tingkat satuan pendidikan semakin masif,” tuturnya.

Uu berharap, gencarnya sosialisasi antikorupsi di wilayah Jabar akan semakin menekan angka korupsi. “Mudah-mudahan, anak muda usia pelajar semakin paham perilaku antikorupsi,” harapnya.  

Sementara itu, Kepala Inspektorat Jabar sekaligus Ketua Panitia Acara, Fery Sofyan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mendorong sosialisasi pendidikan antikorupsi pada satuan pendidikan di berbagai jenjang. “Ini adalah pondasi sebagai pengenalan bahaya korupsi di satuan pendidikan,” jelasnya. 

Selain deklarasi antikorupsi, tambah Fery, ada juga berbagai rangkaian kegiatan yang akan dihelat. Yakni, senam massal betajuk “Sahabat Pemberani” yang dipimpin siswa SD Gagas Ceria Kota Bandung, simbolisasi antikorupsi dengan mengecap tangan di atas kain, flashmob, dan dongeng antikorupsi. 

Acara deklarasi antikorupsi tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan Car Free Day (CFD). Sehingga, acara tersebut menyedot perhatian masyarakat Bandung yang tengah beraktivitas. 

Berikut isi Deklarasi Generasi Milenial Antikorupsi:Kami putra putri Jawa Barat, dengan rahmat Allah yang Maha Kuasa, berkomitmen: 

  1. Berjuang menjadi generasi milenial yang berintegritas.
  2. Berjuang menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Berjuang menularkan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat sekitar demi terwujudnya karakter Masagi.

Sumber: http://disdik.jabarprov.go.id/news/1788/ratusan-siswa-deklarasikan-generasi-milenial-antikorupsi

LIGA SMANSA 2019 Dihadiri Pemain Persib Bandung

SMANSA Bandung, – OSIS SMAN 1 Bandung menggelar sebuah kejuaraan futsal antar kelas di SMA Negeri 1 Bandung dengan title LIGA SMANSA 2019 dengan tema We Stand As One pada tanggal 11-13 Desember 2019. Pembukaan LIGA SMANSA dieglar pada hari pertama dengan dihadiri 2 pemain Persib Bandung yaitu Wildan Ramdhani dan Agung Mulyadi

Perkembangan dunia olahraga di Kota ini pada umumnyatelah mengalami perkembangan pada beberapa tahunterakhir ini yang cukup memuaskan. Potensi-potensi mudatelah bermunculan seiring dengan perkembangan duniaolahraga, hal ini tidak lepas dari peran serta dari beberapapihak yang memberikan support dan ruang kepada parapelajar untuk mengaktualkan kreativitas dan sportivitasmereka dalam sebuah tournament/kompetisi.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk pengaktualisasian diri dalam proses pengembangan potensi para siswa dalam bidang olahraga khususnya dalam bidang olahraga Futsal.

LIGA SMANSA dilaksanakan dalam bentuk kompetisi dengan menggunakansistem pool pada saat penyisihan dan menggunakan sistem gugur pada putaran kedua.

LIGA SMANSA ini memperebutkan piala bergilir sebagai penghargaan yang baik untuk kelas yang memenangkan kejuaraan. Tidak hanya piala bergilir ada pula uang pembinaan agar dapat dimanfaatkan oleh para siswa.

Berikut hasil pertandingan LIGA SMANSA 2019:

JuaraKategoriPeraih
1TimXII IPA 7
2 Tim XII IPS 1
3 Tim XI IPA 3
FavoritTop Score M Naufal S XII IPA 7
FavoritBest Player Nauval Hafiz XII IPS 1
Favorit Best Keeper Nauval Irfan XII IPA 7

PAS Berbasis Digital SMANSA

PAS dilaksanakan pada tanggal 2 s.d 8 Desember 2019

Server CBT yang akan digunakan untuk PAS
KELAS X : 192.168.10.11
KELAS XI : 192.168.10.12
KELAS XII : 192.168.10.13

Siswa XII SMAN 1 Bandung Kenali Universitas Indonesia

SMANSA Bandung, – Tidak sedikit jumlah mahasiswa yang kuliah di jurusan yang bukan minatnya, namun mereka “terpaksa” duduk di bangku kuliah sampai selesai dengan beberapa alasan yang sulit di deskripsikan. Dilema memilih jurusan menjadi momok tersendiri bagi siswa SMA ketika hendak lulus sekolah. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki gambaran akan jurusan yang akan dituju karena kurangnya informasi tentang kampus dan berbagai jurusan didalamnya. Alhasil, siswa akan terpencar, ada yang ikut-ikutan, ada yang ikut kemauan orang tua, dan ada yang ikut tren kebanyakan orang.

Salah satu kompetensi dasar peserta di di k kelas XII adalah mampu membuat keputusan karir secara tepat. Informasi karir termasuk komponen utama dalam meningkatkan keyakinan pada proses membuat keputusan karir. Hal itu dapat difasilitasi melalui kegiatan Visiting Campus “SMANSA THE NEXT UI GENERATION”. Kegiatan tersebut bertujuan agar peserta didik memperoleh informasi perguruan tinggi, info fakultas/jurusan, iklim perkuliahan, dan jalur masuk perguruan tinggi yang dapat meningkatkan motivasi peserta didik agar semakin bersemangat berjuang dan mewujudkan impian karirnya.

SMA Negeri 1 Bandung melaksanakan kegiatan Goes to Campus Universitas Indonesia (28/11/2019). Rangkaian kegiatan ini antara lain pengenalan PMB/ SIMAK UI, pengenalan profil UI, perpustakaan UI dan Program Studi yang ada di UI. Selain itu juga, kegiatan ini didukung oleh para alumni yang tengah kuliah di UI untuk sharing terkait living cost daerah kampus UI. (RR)

SMAN 1 Bandung sebagai Sekolah Berbasis TIK pada Anugerah Atikan JABAR 2019

SMANSA Bandung, – Untuk mewujudkan layanan pendidikan bermutu, mudah diakses, dan terjangkau bagi semua, SMA Negeri 1 Bandung membangun sebuah sekolah berbasis TIK dalam sebagai wujud penerapan visi dan misi SMA Negeri 1 Bandung yaitu menerapkan sekolah berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). SMA Negeri 1 Bandung terus berbenah diri guna tercapainya sekolah yang Menerapkan Digital Smart School, Dalam penerapan Digital Smart School SMA Negeri 1 Bandung penerapannya melalui tiga hal yaitu menerapkan e-learning dan UKBM digital, menerapkan bimbingan dan konseling berbasis TIK dan menerapkan pelayanan administrasi digital.

Kepala SMA Negeri 1 Bandung sangat paham betul terhadap perkembangan abad 21 yang mana sekolah dituntut untuk menyesuaikan perkembangan zaman dan ekosistem pembelajaran yang berbeda. “Saya mengetahui betul masalah kebutuhan sekolah dalam perkembangan abad 21 ini” Ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Bandung

Saat ini, tahun 2019 SMA Negeri 1 Bandung dalam penerapan sekolah berbasis TIK telah mencapai sekitar 90% dengan penerapan pembelajaran secara digital dengan adanya LMS dan Ujian Online (CBT) juga dengan adanya sistem administrasi lainnya. Kami mempunyai target pada tahun 2021 100% telah menerapkan sekolah berbasis TIK sebagai sekolah percontohan Digital Smart School di Indonesia.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggelar kompetisi Anugerah Atikan Jabar 2019 dengan mengusung Karya Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan se-Jawa Barat pada tanggal 20-22 November 2019 di Grand Hotel Lembang Bandung Barat. Indonesia merupakan negara dengan Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah. Kekayaan yang dimiliki Bangsa Indonesia akan terus berkurang dan cenderung dimanfaatkan pihak-pihak lain (asing) bila tidak diimbangi oleh daya saing anak bangsa. Berdasarkan fenomena di atas, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menumbuhkembangkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi permasalahan yang ada. Untuk itu, perlu diselenggarakan kegiatan Lomba Karya “ANUGERAH ATIKAN JABAR” dengan tema “Inovasi Teknologi dalam Pembelajaran di era Industri 4.0”. Salah satu mata lomba yang dilombakan adalah Sekolah Berbasis TIK.

Alhamdulillah, dalam Anugerah Atikan JABAR 2019 SMA Negeri 1 Bandung menperoleh Juara 1 sebagai Sekolah Berbasis TIK. Mata Lomba Sekolah Berbasis TIK ini diikuti oleh 6 finalis yang telah lulus pada tahap proposal atau dokumen lomba dari 20 sekolah yang mendaftar. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan saling bertukar pikir, asah, asih dan asuh untuk bersama memikirkan masa depan bangsa melalui pendidikan. Selain itu, lewat kegiatan ini stakeholders pendidikan dapat saling berkompetisi secara obyektif dan ilmiah untuk terus menelurkan ide-ide inovatif  bagi kemajuan Bangsa dan Negara. (RR)