LIGA SMANSA 2019 Dihadiri Pemain Persib Bandung

SMANSA Bandung, – OSIS SMAN 1 Bandung menggelar sebuah kejuaraan futsal antar kelas di SMA Negeri 1 Bandung dengan title LIGA SMANSA 2019 dengan tema We Stand As One pada tanggal 11-13 Desember 2019. Pembukaan LIGA SMANSA dieglar pada hari pertama dengan dihadiri 2 pemain Persib Bandung yaitu Wildan Ramdhani dan Agung Mulyadi

Perkembangan dunia olahraga di Kota ini pada umumnyatelah mengalami perkembangan pada beberapa tahunterakhir ini yang cukup memuaskan. Potensi-potensi mudatelah bermunculan seiring dengan perkembangan duniaolahraga, hal ini tidak lepas dari peran serta dari beberapapihak yang memberikan support dan ruang kepada parapelajar untuk mengaktualkan kreativitas dan sportivitasmereka dalam sebuah tournament/kompetisi.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk pengaktualisasian diri dalam proses pengembangan potensi para siswa dalam bidang olahraga khususnya dalam bidang olahraga Futsal.

LIGA SMANSA dilaksanakan dalam bentuk kompetisi dengan menggunakansistem pool pada saat penyisihan dan menggunakan sistem gugur pada putaran kedua.

LIGA SMANSA ini memperebutkan piala bergilir sebagai penghargaan yang baik untuk kelas yang memenangkan kejuaraan. Tidak hanya piala bergilir ada pula uang pembinaan agar dapat dimanfaatkan oleh para siswa.

Berikut hasil pertandingan LIGA SMANSA 2019:

JuaraKategoriPeraih
1TimXII IPA 7
2 Tim XII IPS 1
3 Tim XI IPA 3
FavoritTop Score M Naufal S XII IPA 7
FavoritBest Player Nauval Hafiz XII IPS 1
Favorit Best Keeper Nauval Irfan XII IPA 7

Siswa XII SMAN 1 Bandung Kenali Universitas Indonesia

SMANSA Bandung, – Tidak sedikit jumlah mahasiswa yang kuliah di jurusan yang bukan minatnya, namun mereka “terpaksa” duduk di bangku kuliah sampai selesai dengan beberapa alasan yang sulit di deskripsikan. Dilema memilih jurusan menjadi momok tersendiri bagi siswa SMA ketika hendak lulus sekolah. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki gambaran akan jurusan yang akan dituju karena kurangnya informasi tentang kampus dan berbagai jurusan didalamnya. Alhasil, siswa akan terpencar, ada yang ikut-ikutan, ada yang ikut kemauan orang tua, dan ada yang ikut tren kebanyakan orang.

Salah satu kompetensi dasar peserta di di k kelas XII adalah mampu membuat keputusan karir secara tepat. Informasi karir termasuk komponen utama dalam meningkatkan keyakinan pada proses membuat keputusan karir. Hal itu dapat difasilitasi melalui kegiatan Visiting Campus “SMANSA THE NEXT UI GENERATION”. Kegiatan tersebut bertujuan agar peserta didik memperoleh informasi perguruan tinggi, info fakultas/jurusan, iklim perkuliahan, dan jalur masuk perguruan tinggi yang dapat meningkatkan motivasi peserta didik agar semakin bersemangat berjuang dan mewujudkan impian karirnya.

SMA Negeri 1 Bandung melaksanakan kegiatan Goes to Campus Universitas Indonesia (28/11/2019). Rangkaian kegiatan ini antara lain pengenalan PMB/ SIMAK UI, pengenalan profil UI, perpustakaan UI dan Program Studi yang ada di UI. Selain itu juga, kegiatan ini didukung oleh para alumni yang tengah kuliah di UI untuk sharing terkait living cost daerah kampus UI. (RR)

SMAN 1 Bandung sebagai Sekolah Berbasis TIK pada Anugerah Atikan JABAR 2019

SMANSA Bandung, – Untuk mewujudkan layanan pendidikan bermutu, mudah diakses, dan terjangkau bagi semua, SMA Negeri 1 Bandung membangun sebuah sekolah berbasis TIK dalam sebagai wujud penerapan visi dan misi SMA Negeri 1 Bandung yaitu menerapkan sekolah berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). SMA Negeri 1 Bandung terus berbenah diri guna tercapainya sekolah yang Menerapkan Digital Smart School, Dalam penerapan Digital Smart School SMA Negeri 1 Bandung penerapannya melalui tiga hal yaitu menerapkan e-learning dan UKBM digital, menerapkan bimbingan dan konseling berbasis TIK dan menerapkan pelayanan administrasi digital.

Kepala SMA Negeri 1 Bandung sangat paham betul terhadap perkembangan abad 21 yang mana sekolah dituntut untuk menyesuaikan perkembangan zaman dan ekosistem pembelajaran yang berbeda. “Saya mengetahui betul masalah kebutuhan sekolah dalam perkembangan abad 21 ini” Ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Bandung

Saat ini, tahun 2019 SMA Negeri 1 Bandung dalam penerapan sekolah berbasis TIK telah mencapai sekitar 90% dengan penerapan pembelajaran secara digital dengan adanya LMS dan Ujian Online (CBT) juga dengan adanya sistem administrasi lainnya. Kami mempunyai target pada tahun 2021 100% telah menerapkan sekolah berbasis TIK sebagai sekolah percontohan Digital Smart School di Indonesia.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggelar kompetisi Anugerah Atikan Jabar 2019 dengan mengusung Karya Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan se-Jawa Barat pada tanggal 20-22 November 2019 di Grand Hotel Lembang Bandung Barat. Indonesia merupakan negara dengan Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah. Kekayaan yang dimiliki Bangsa Indonesia akan terus berkurang dan cenderung dimanfaatkan pihak-pihak lain (asing) bila tidak diimbangi oleh daya saing anak bangsa. Berdasarkan fenomena di atas, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menumbuhkembangkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi permasalahan yang ada. Untuk itu, perlu diselenggarakan kegiatan Lomba Karya “ANUGERAH ATIKAN JABAR” dengan tema “Inovasi Teknologi dalam Pembelajaran di era Industri 4.0”. Salah satu mata lomba yang dilombakan adalah Sekolah Berbasis TIK.

Alhamdulillah, dalam Anugerah Atikan JABAR 2019 SMA Negeri 1 Bandung menperoleh Juara 1 sebagai Sekolah Berbasis TIK. Mata Lomba Sekolah Berbasis TIK ini diikuti oleh 6 finalis yang telah lulus pada tahap proposal atau dokumen lomba dari 20 sekolah yang mendaftar. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan saling bertukar pikir, asah, asih dan asuh untuk bersama memikirkan masa depan bangsa melalui pendidikan. Selain itu, lewat kegiatan ini stakeholders pendidikan dapat saling berkompetisi secara obyektif dan ilmiah untuk terus menelurkan ide-ide inovatif  bagi kemajuan Bangsa dan Negara. (RR)

Atalia (Bu Cinta) Sosialisasikan Program BKKBN Jabar pada Anak SMA di SMAN 1 Bandung

BANDUNG – Ketua Jabar Bergerak Atalia Praratya Kamil atau akrab dipanggil Bu Cinta menjadi pembicara dalam acara sosialisasi program BKKBN Jabar yang dikemas dalam Generasi Muda Berencana Bergerak Untuk Jawa Barat, Menuju Generasi Unggul 4.0, yang digelar BKKBN Jabar di Aula SMAN 1 Bandung, Rabu (20/11/2019). Dalam wejangannya, Atalia berpesan kepada perwakilan siswa dari 70 SMA SMK se-Bandung Raya, tentang tiga hal yang penting diperhatikan para remaja generasi milenial itu.

“Tetap ingat tentang tiga hal ya? Apa itu? Jauhi narkoba, tidak seks bebas, dan hindari pernikahan dini” ujar Atalia sambil berinteraksi dengan para siswa dan membagikan hadiah bagi yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya.

Atalia menjelaskan ketiga hal itu yang akan menutup masa depan dan cita-cita generasi muda saat ini.

“Sedangkan kata Mark Zuckerberg sang pendiri facebook, orang yang miskin itu bukan yang tidak memiliki harta tetapi mereka yang tidak memiliki impian dan cita-cita” ungkapnya.

Atalia memotivasi anak-anak untuk terus memiliki cita-cita. Cita-cita yang tidak hanya mengubah dirinya sendiri tetapi mampu mengubah dunia. Acara dihadiri selain oleh komunitas Jabar Bergerak juga ketua BKKBN Jabar Sukarso Teguh Saroso dan Kepala Sekolah SMA N 1 Bandung sebagai tuan rumah Dadang Yani Z. (Pun)

Sumber: https://jabarprov.go.id/index.php/news/35262/2019/11/20/Atalia-Titip-Tiga-Hal-Pada-Anak-SMA

Revonelution 2019 “Color Run-Nya Anak SMANSA”

SMANSA Bandung, – Salah satu bentuk Gerakan Indonesia Sehat terutama siswa-siswi SMA Negeri 1 Bandung adalah dengan diadakannya kegiatan The Color Run Revonelution 2019 di SMA Negeri 1 Bandung pada hari Minggu (10/11/2019). Gerakan Indonesia Sehat yaitu mendorong masyarakat Indonesia, terutama generasi milenial untuk mengadopsi gaya hidup sehat, salah satunya melalui ajang olahraga lari. Kegiatan ini diikuti pula oleh berbagai kalangan masyarakat baik anak-anak maupun dewasa. Selain itu, kegiatan ini sebagai penerapan pendidikan karakter di sekolah menengah yang melibatkan siswa dalam kegiatan sosial secara langsung. Hal itulah yang ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Bandung yang menggelar Color Run 5K, yakni kegiatan lari sekaligus kegiatan-kegiatan kesehatan lainnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (10/11/2019) itu diikuti 300 peserta. Bekerjasama dengan dengan PMI dan lembaga lainnya, ini merupakan acara color run perdana pada kegiatan Revonelution 2019 yang ke depan sebagai kegiatan tahunan sekolah.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bandung, Drs Dadang Yani Zakaria, menuturkan bahwa Revonelution 2019 adalah kegiatan perdana dan kedepan kita akan melanjutkan kegiatan yang baik ini demi kelangsungan kebutuhan jasmani kita bersama. Kegiatan ini pula tujuannya untuk membentuk pribadi pelajar akan nilai-nilai kepemimpinan, kerja sama, sikap saling menolong, mampu berpikir kritis, kreatif, pantang menyerah, rela berkorban, serta saling menghargai.

“Buah pendidikan itu kan sebetulnya tidak cuma mencetak siswa atau siswi berprestasi secara akademik, tapi juga membangun karakternya yang baik dan berbudi luhur. Ada lima nilai yang berasal dari kata BERSATU yang ingin kami tanamkan kepada mereka di sini, yaitu berilmu, santun, agamis, tekun dan unggul.

Ketua Panitia Revonelution 2019, Azkia Nadila, yang saat ini duduk di kelas XII IPA 6, mengatakan bahwa berbagi dalam momen lari merupakan sebuah wadah untuk satu sama lain bisa menolong sesama. Menurut dia, banyak orang ingin menolong sesama, namun terhalang oleh satu dan lain hal. “Cara ini (Color Run) berupaya menciptakan momen kita bersama-sama dapat bersenang-senang dalam lari tapi sekaligus bisa membantu sesama yang membutuhkan tanpa membedakan asal-usul kita,” kata Azkia. Kegiatan Revonelution 2019 tidak hanya menggelar color run saja namun diisi pula dengan kegiatan yang lainnya, seperti kegiatan music performance, bazar, cek kesehatan, cek biopolar, cek mental dan juga berbagai doorprize bagi peserta maupun pengunjung yang beruntung, ujar Azkia.

BALINOSA 2019 SMAN 1 Bandung Kali ini Pecah! Plh. Gubernur JABAR Hadir…

SMANSA Bandung, – Kegiatan Bazar Literasi November Satu atau yang lebih dikenal dengan “BALINOSA” diadakan oleh SMA Negeri 1 Bandung. Melihat keadaan di era yang serba modern ini, antusiasme peserta didik khususnya remaja untuk membaca buku, kian hari kian berkurang. Tentunya hal ini sangat memprihatinkan, karena remaja yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa, harusnya lebih memperbanyak menimba ilmu, salah satunya dengan membaca

Maka dari itu SMA Negeri 1 Bandung berinisiatif untuk mengadakan sebuah kegiatan yang tentunya dapat mendorong peserta didik agar mau membaca. Kegiatan tersebut di beri nama ‘BALINOSA’. Kegiatan ini tentunya diadakan dengan tujuan mengingatkan para siswa dan siswi sebagai peserta didik supaya lebih meningkatkan budaya membaca bukunya, baik buku pelajaran ataupun buku lainnya. Melalui kegiatan ini di harapkan peserta didik termotivasi untuk lebih banyak lagi membaca buku.

Disamping itu, Kegiatan ini tidak hanya terpaku pada literasinya, juga diadakan kegiatan berbagai perlombaan termasuk bazaar, mendekorasi stand bazar dan pentas musik. Kegiatan bazar melatih para peserta didik untuk memiliki jiwa kewirausahaan, dan berani untuk mempromosikannya. kegiatan ini dilakukan di lapang SMAN 1 Bandung. Yang menarik pada Balinosa kali ini setiap stand bazar memakai mesin S-Pay untuk proses pembayarannya sebagai upaya sekolah yang berbasis TIK.

S-Pay (Smart Mobile Payment)

S-Pay (Smart Mobile Payment) adalah perangkat pembayaran instant yang dapat memudahkan Anda bertransaksi. BALINOSA didukung dengan kehadirannya S-Pay dari alumni SMAN 1 Bandung. S-Pay dengan merek GTA oleh PT Gema Transpaltindo Abadi dan Boarding Labs sebagai perusahaan POS aplikasi kasir.

Balinosa 2019 juga dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh.) Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dalam rangka deklarasi Program Sekolah Ramah Anak (SRA), Sekolah Berintegritas dan Sekolah Berbasis Teknologi Infromasi Komunikasi (SeBaTIK). Pada pendeklarasian SeBaTIK, Dadang menyatakan, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat, sekolah harus mampu beradaptasi dan mengadopsi kemajuan tersebut guna menunjang pembelajaran di sekolah. Hal itu dibuktikan dengan diluncurkannya Tablet Cinta (creativity, integrity, and digital access).

Selain kegiatan di atas, BALINOSA kali ini mendatangkan Bahureksa untuk menambah kemeriahan dan diakhiri dengan keseruan bersama (RR)

SMAN 1 Bandung Deklarasikan SRA, Sekolah Berintegritas, dan SeBaTIK

BANDUNGDISDIKJABAR– Pelaksana Harian (Plh.) Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menghadiri deklarasi Program Sekolah Ramah Anak (SRA) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bandung, Jln. Ir. H. Juanda No. 93, Kota Bandung, Selasa (5/11/2019). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan deklarasi Sekolah Berintegritas dan Sekolah Berbasis Teknologi Infromasi Komunikasi (SeBaTIK).

Kepala SMAN 1 Bandung, Dadang Yani Zakaria menegaskan, ketiga deklarasi tersebut penting dilaksanakan guna membangun kualitas satuan pendidikan yang lebih baik. Melalui deklarasi sekolah berintegritas, Dadang mengatakan, hal tersebut sebagai upaya sekolah untuk menyelenggarakan pelayanan pendidikan dengan baik dan bersih.

“Setiap sekolah dan kedinasan pasti memiliki berbagai kegiatan yang ujung-ujungnya bertujuan untuk anak. Maka, pelaksanaannya juga harus menjunjung integritas,” ujarnya.

Pada pendeklarasian SeBaTIK, Dadang menyatakan, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat, sekolah harus mampu beradaptasi dan mengadopsi kemajuan tersebut guna menunjang pembelajaran di sekolah. Hal itu dibuktikan dengan diluncurkannya Tablet Cinta (creativity, integrity, and digital access).

“Sekolah juga berkewajiban melakukan sistem kredit semester (SKS). Dengan semangat inovasi dan kreativitas, kami juga akan membuat SKS berbasis teknologi digital,” ungkapnya.

Dalam deklarasi SRA, Dadang mengaku program tersebut telah digalakkan sejak jauh-jauh hari. Pendeklarasian ini hanya sebagai simbolis. “Sosialisasi sudah dilakukan karena program ini wajib digalakkan di Jabar,” imbuhnya.

Selain ketiga deklarasi tersebut, SMAN 1 Bandung juga menyelenggarakan bazar bertajuk Bazar Literasi November Satu (Balinosa). Bazar tersebut diisi berbagai inovasi kewirausahaan dan penampilan kesenian yang ditunjukkan para siswa. “Khusus untuk literasi, kita juga menyelenggarakan lomba seperti menulis puisi dan cerpen. Nantinya, karya tersebut akan kita cetak dan bukukan,” tambahnya.

Selain Plh. Gubernur, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Yesa Sarwedi, Kepala Cabang Dinas Wilayah VII, Endang Susilastuti serta jajaran kepala sekolah di wilayah KCD VII.***

Sumber: https://disdik.jabarprov.go.id/news/1669/sman-1-bandung-deklarasikan-sra%2C-sekolah-berintegritas%2C-dan-sebatik

SMAN 1 Bandung Evaluasi Sistem Penilaian E-Rapor

BANDUNG, DISDIK JABAR – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Bandung mengevaluasi sistem penilaian e-rapor yang telah diterapkan selama 3 tahun. Sistem e-rapor ini merupakan aplikasi yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) guna memudahkan sekolah menginput nilai dan mengirim nilai peserta didik secara daring.

Staf Humas SMAN 1 Kota Bandung, Ahmad Mujidin mengatakan, pada awal pelaksanaan e-rapor, sekolah masih mengalami banyak kesulitan, seperti penggunaan aplikasi dan penyesuaian dari perubahan yang dilakukan oleh direktorat serta guru yang belum memahami mastery learning.

“Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak sekolah pun segera menggelar workshop, pelatihan, dan in house training (IHT) bagi guru,” ujar Ahmad saat diwawancarai, Jumat (18/10/2019).

Sehingga, lanjut Ahmad, memasuki tahun kedua dan ketiga, sistem penilaian ini sudah berjalan lancar. Bahkan, e-rapor menjadi acuan para guru dan orang tua dalam membantu pihak sekolah untuk mendidik anaknya meraih nilai sempurna.

“Orang tua pun bisa memantau perkembangan nilai anaknya di sekolah. Karena, e-rapor mencatat semua pencapaian kompetensi siswa, seperti kehadiran, nilai mata pelajaran, sikap, prestasi hingga catatan wali kelas,” tuturnya.

Ahmad menyatakan, SMAN 1 Kota Bandung mendukung program pemerintah melalui pemberlakuan e-rapor ini. Namun, sistem ini masih sedikit diterapkan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. “Karena, tergantung kesiapan dan kemampuan sekolah. Alhamdulilah, sekolah kami sudah memenuhi syarat tersebut,” ucap Ahmad.

Bahkan, tambahnya, SMAN 1 Kota Bandung tengah merencanakan dan mendiskusikan penerapan nilai e- rapor untuk sistem akselerasi atau sistem paket satuan kredit semester (SKS). “Masih kami diskusikan karena sistem paket SKS juga baru akan diterapkan. Kami berharap, langkah ini bisa mengoptimalkan pelayanan dan kecepatan mastery learning,” harapnya.

Saat ini, menurut Ahmad, surat keputusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah diperoleh. Pihak sekolah pun tengah mengajukan ke Kemendikbud untuk mendapatkan persetujuan e- rapor sistem SKS.***

https://disdik.jabarprov.go.id/news/1619/sman-1-bandung-evaluasi-sistem-penilaian-e-rapor

SMAN 1 Bandung Pelopor Sekolah Berintegritas dengan Tagline “SMANSA INTEGRITAS BERSATU”

BANDUNG, DISDIK JABAR  Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bandung menggelar Sosialisasi Program Sekolah “Sekolah Berintegritas dan Sekolah Ramah Anak”, Jumat (11/10/2019). Dalam sosialisasi tersebut, Komite SMAN 1 Kota Bandung, Arief Syaifudin menjelaskan bahaya korupsi dan pentingnya integritas yang ditanamkan pada siswa serta aparatur sipil negara (ASN) di Aula SMAN 1, Jln. Ir. H. Djuanda, Kota Bandung.

Arief mengatakan, jiwa integritas dalam diri siswa bisa dimulai dari hal terkecil. Misalnya, berani jujur dan bertanggung jawab.

“Membentuk karakter berintegritas, di antaranya melalui kecerdasan intelektual, terampil berpikir, mempunyai visi misi hidup, memiliki kecerdasan emosional, dan bijak mengelola sumber daya yang ada,” paparnya.

Sedangkan kecerdasan spritual, lanjut Arief, yakni pandai memahami aturan-aturan yang diterapkan oleh agama yang dianut.

Menurut Arief, SMAN 1 Kota Bandung menjadi pelopor sekolah integritas pertama, dengan jargon “Smansa Integritas Bersatu”. Ini adalah pertama kalinya sekolah yang menerapkan budaya integritas sejak dini.

“Karena, untuk mewujudkan negara yang maju tidak hanya dibutuhkan generasi yang cerdas, tapi juga manusia berintegritas,” tegasnya.

Orang pintar, menurutnya, belum tentu mempunyai integritas yang baik. Contohnya, banyak orang pintar, bahkan pejabat yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . “Semoga siswa dan ASN bisa berkolaborasi dalam memerangi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Karena, saat ini negara kita tengah membutuhkan orang-orang berintegritas tinggi,” tuturnya.

Pemahaman mengenai integritas harus dilakukan sejak dini, rutin, dan berkala. Oleh karena itu, Arief pun menyusun program integritas untuk sekolahnya. Contohnya, dengan memasang poster bertuliskan “Integritas Yes, Korupsi No”.

“Poster-poster ini nantinya akan men-trigger dan mengubah mindset siswa hingga akhirnya perlahan tertanam dalam diri,” ucapnya.

Integritas, ungkap Arief, merupakan kesatuan antara pikiran, perasaan, ucapan, dan tindakan dengan hati nurani. Juga keteguhan sikap seseorang dalam mempertahankan prinsip yang menjadi landasan hidupnya.

“Integritas berkaitan dengan mutu, sifat, kewibawaan, dan kejujuran. Lebih tepatnya, integritas dapat diartikan sebagai jati diri seseorang,” ujarnya.

Arief berharap, melalui program Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Berintegritas ini, akan muncul karakter anak bangsa yang berbudaya dan berintegritas tinggi.

Satuan Petugas (Satgas) Ramah Anak Disdik Jabar, Bang Irian Syah atau akrab disapa Bang Ir ikut menghadiri kegiatan ini.

Bang Ir menjelaskan, sekolah ramah anak adalah upaya untuk menghadirkan/menciptakan sekolah/madrasah yang kondusif dan menyenangkan. Melalui sekolah ramah anak, diharapkan dapat meminalisasi perlakuan salah dan tindakan diskriminatif lainnya atau hal lain yang dapat memicu ketidaknyamanan anak.

“Semoga bisa mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang kita inginkan bersama,” harapnya.***

Inilah Program Salat Berjamaah di SMAN 1 Bandung

jurnalisnews.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bandung menerapkan program salat berjamaah bagi siswa. Hal ini dilakukan untuk membiasakan dan mewajibkan siswa SMAN 1 Bandung melaksanakan salat berjamaah.

Humas SMAN 1 Bandung, Ahmad Mujidin mengatakan, sebenarnya program salat berjamaah ini lumrah dilakukan sekolah-sekolah di Indonesia. Tetapi, di SMAN 1 Bandung, program ini selain membiasakan siswa untuk salat berjamaah, juga sebagai ajang silaturahmi. “Di sekolah, kami berusaha membiasakan anak salat tepat waktu. Sehingga, saat salat tiba maka semua diistirahatkan agar mereka bergegas ke musala,” ujar Ahmad.

Ahmad berharap, program ini bisa meningkatkan silaturahmi antarpeserta didik dan membiasakan siswa untuk salat berjamaah, terlebih menyempatkan waktu di sela-sela padatnya kegiatan belajar. Selain itu, pembentukan karakter disiplin secara perlahan akan terserap oleh siswa.

Menurut Ahmad, mewujudkan sumber daya manusia yang unggul membutuhkan usaha tidak instan. Pembiasaan harus dilakukan hingga menjadi budaya dalam diri. Oleh karena itu, SMAN 1 Bandung terlebih dahulu menciptakan siswa berkarakter, baru dituntun menjadi siswa berprestasi dan memiliki wawasan lingkungan.

“Menghadapi perkembangan abad 21, sekolah harus mampu menciptakan siswa yang beriman, bertakwa, memiliki akhlak mulia, berilmu, dan bertanggung jawab. Selain itu sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan demokratis,” ungkapnya.

Salah satu peran sekolah, lanjutnya, yakni mengembangkan pembelajaran pendidikan agama, mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam proses belajar mengajar serta kegiatan ekstrakurikuler. Di antaranya, program Jumat berkerudung untuk siswi, kegiatan mengaji yang terpusat serta menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara intensif, seperti tablig akbar dan lomba keagamaan.

https://jurnalisnews.com/2019/09/19/inilah-program-salat-berjamaah-di-sman-1-bandung/