SUBANG, JAWA BARAT – Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 1 Bandung sukses menyelenggarakan program tahunan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) yang berlangsung pada 10-13 April. Kegiatan yang bertempat di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang ini mengusung tema “DAMPAK” (Dedikasi, Aksi, dan Manfaat bagi Masyarakat).
Acara ini dibuka secara resmi melalui upacara pembukaan yang dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Bandung, Bapak Dhoni Ahdiatna, serta Kepala Desa Cupunagara. Kehadiran para pimpinan ini memberikan motivasi besar bagi para siswa untuk menjalankan misi kemanusiaan mereka selama empat hari ke depan.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat Gapura Pancawaluya: cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Di bawah bimbingan Pembina OSIS, Fathul Ilmi, para siswa yang tergabung dalam MPK SMAN 1 Bandung bertindak sebagai agen perubahan (agent of change) yang terjun langsung menyapa dan membantu warga setempat.
Aksi Nyata di Lapangan
Selama di Desa Cupunagara, MPK melaksanakan serangkaian program kerja yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, di antaranya:
- Edukasi Kesehatan: Memberikan penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat kepada warga.
- Pojok Pembelajaran: Sesi belajar non-formal dan permainan edukatif bersama anak-anak desa untuk memotivasi semangat belajar mereka.
- Bakti Sosial: Pembagian bantuan kebutuhan pokok (sembako) kepada keluarga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Kami membawa tema DAMPAK karena kami ingin setiap langkah kecil yang kami lakukan di sini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Kami tidak hanya datang untuk berkunjung, tapi untuk berdedikasi dan beraksi nyata,” ujar salah satu perwakilan pengurus MPK SMAN 1 Bandung.
Sambutan Hangat Warga
Kehadiran para siswa “Gapura Pancawaluya” ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa. Anak-anak desa terlihat sangat ceria mengikuti setiap kegiatan yang dipandu oleh para kakak kelas dari SMAN 1 Bandung. Tokoh masyarakat setempat pun mengapresiasi inisiatif ini, menganggapnya sebagai jembatan silaturahmi yang baik antara generasi muda perkotaan dengan masyarakat pedesaan.
Salah satu anggota MPK menuturkan bahwa pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mereka. “Kami belajar banyak tentang kesederhanaan dan kehangatan warga. Belajar di luar kelas seperti ini justru mengasah sisi bageur dan singer kami dalam berinteraksi dengan lingkungan yang baru.”
Harapan ke Depan
Melalui program P2M ini, MPK SMAN 1 Bandung berharap nilai-nilai Gapura Pancawaluya tidak hanya berhenti sebagai slogan sekolah, tetapi benar-benar mendarah daging dalam karakter setiap siswa. Pengabdian ini menjadi bukti kuat bahwa generasi muda Indonesia mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat melalui aksi-aksi yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 13 April di Desa Cupunagara, diharapkan “DAMPAK” positif yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh, baik bagi masyarakat desa maupun bagi kedewasaan karakter para siswa SMAN 1 Bandung itu sendiri.
Penulis: Tim Dokumentasi MPK SMAN 1 Bandung
Editor: Kesiswaan SMAN 1 Bandung
Lokasi: Bandung – Subang





